<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tutor Socratic - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/tutor-socratic/</link><description>Tutor Socratic - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Wed, 28 Oct 2026 20:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/tutor-socratic/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Tutor yang Menolak Memberi Jawaban: Ketika AI Saya Suruh Bertanya Balik</title><link>https://site.pakgun.web.id/ai-tutor-bertanya-balik/</link><pubDate>Wed, 28 Oct 2026 20:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/ai-tutor-bertanya-balik/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/ai-tutor-bertanya-balik/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Seorang murid kelas VII, sebut saja Rani, berjalan ke meja saya sambil membawa ponselnya. Di layarnya ada percakapan dengan chatbot AI tentang soal operasi hitung campuran: $12 - 3 \times 4 + 6$. Ia sudah memotret soalnya, menyalinnya, dan mesin itu menjawab dengan langkah-langkah yang rapi — lengkap sampai hasil akhirnya, 6. Rani cuma ingin memastikan: &ldquo;Pak Gun, ini bener nggak?&rdquo; Jawabannya benar. Tapi ada yang mengganjal di kepala saya sejak beberapa minggu: dalam percakapan itu, siapa yang sebenarnya belajar? Rani tidak menghitung apa pun. Ia hanya mengangkut soal dari buku ke mesin, lalu mengangkut jawaban dari mesin ke bukunya. Ia menjadi kurir yang rajin.</p>]]></description></item></channel></rss>