<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SPLDV - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/spldv/</link><description>SPLDV - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2026 09:10:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/spldv/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dua Garis yang Bertemu di Satu Titik: Menggambar SPLDV dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-spldv-titik-potong-dua-garis/</link><pubDate>Tue, 27 Oct 2026 09:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-spldv-titik-potong-dua-garis/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-spldv-titik-potong-dua-garis/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu momen yang saya tunggu-tunggu setiap kali mengajar sistem persamaan linear dua variabel. Bukan saat siswa berhasil memakai eliminasi dengan rapi, bukan juga saat mereka hafal langkah substitusi. Momen yang saya tunggu adalah detik ketika sebuah anak melihat gambar dua garis yang berpotongan, lalu berkata pelan, &ldquo;Oh, jadi jawabannya itu ya titiknya?&rdquo;</p>
<p>Anak yang mengatakan itu tahun lalu bernama Rani. Ia duduk di bangunan ketiga dari depan, tipe siswa yang rajin mencatat tapi sering bingung untuk apa semua langkah itu dilakukan. Ketika saya menggambar dua garis di papan dan menandai titik temu mereka dengan lingkaran, Rani mendongak dan wajahnya berubah. Dari hitungan yang &ldquo;dikerjakan karena disuruh&rdquo; menjadi sesuatu yang kelihatan.</p>]]></description></item></channel></rss>