<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekolah Dasar - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/sekolah-dasar/</link><description>Sekolah Dasar - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 19:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/sekolah-dasar/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menggambar Penjumlahan Bersusun dengan TikZ: Membuat Langkah Menyimpan Jadi Kelihatan</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-penjumlahan-bersusun/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 19:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-penjumlahan-bersusun/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-penjumlahan-bersusun/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu momen yang saya temui hampir setiap tahun di kelas VII, terutama di awal semester ketika kita membersihkan kembali fondasi hitungan. Saya tulis di papan: $457 + 268$. Hampir semua anak angkat pena, dan hampir semua jawaban muncul cepat. Tapi kalau saya tanya, &ldquo;Delapan tambah tujuh berapa?&rdquo;, jawabannya &ldquo;Lima belas.&rdquo; Lalu saya tanya lagi, &ldquo;Lalu limanya ditulis di mana?&rdquo; Di situ mulai terlihat: sebagian anak menulis 5 di satuan, sebagian menulis 15 di satuan, dan sebagian lagi &ndash; yang paling menarik buat saya &ndash; menulis angka kecil &ldquo;1&rdquo; di atas kolom puluhan dengan ukuran setengah huruf normal, seolah-olah malu ikut ke jawaban.</p>]]></description></item></channel></rss>