<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Segitiga Siku-Siku - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/segitiga-siku-siku/</link><description>Segitiga Siku-Siku - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 00:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/segitiga-siku-siku/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Di Balik 3-4-5: Mendalami Tripel Pythagoras dan Segitiga Siku-siku Istimewa</title><link>https://site.pakgun.web.id/pendalaman-tripel-pythagoras-segitiga-istimewa/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 00:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/pendalaman-tripel-pythagoras-segitiga-istimewa/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/pendalaman-tripel-pythagoras-segitiga-istimewa/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kemarin di kelas VIII saya, satu soal latihan membuat hampir separuh kelas berhenti menulis pada waktu yang bersamaan. Soalnya sederhana saja: sebuah segitiga memiliki sisi 9 cm, 40 cm, dan 41 cm. Apakah segitiga itu siku-siku? Sebagian murid langsung menghitung, sebagian lagi menebak dari bentuknya, dan satu murid mengangkat tangan lalu bertanya, &ldquo;Pak, kok angka-angkanya terasa sudah diatur?&rdquo; Pertanyaan itu tepat sekali. Angka-angka itu memang sudah diatur, dan mengatur angka seperti itu punya nama: tripel Pythagoras.</p>
<p>Artikel ini adalah pendalaman dari latihan Pythagoras kemarin. Kalau kemarin kita berlatih menghindari jebakan soal, hari ini kita membongkar mengapa sebagian angka terasa begitu pas, dan kapan rasa pas itu boleh dipercaya.</p>]]></description></item><item><title>Tiga Perbandingan yang Sama di Semua Segitiga: Trigonometri Siku-siku dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-perbandingan-trigonometri-segitiga-siku-siku/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 07:02:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-perbandingan-trigonometri-segitiga-siku-siku/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-perbandingan-trigonometri-segitiga-siku-siku/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Trigonometri adalah salah satu materi yang paling sering saya dengar dikeluhkan oleh rekan guru. Bukan karena sulit diterangkan — definisinya cuma dua kalimat — tapi karena hasilnya. Kita terangkan dengan baik, siswa mengangguk dengan baik, lalu di ulangan setengah kelas menukar posisi depan dan samping seolah keduanya kembar yang boleh saling menggantikan. Tahun-tahun awal mengajar, tanggapan saya terhadap kegagalan itu adalah latihan lebih banyak. Puluhan soal, sembilan puluhan soal. Yang terjadi hanya satu: siswa makin cepat salah dengan cara yang sama.</p>]]></description></item></channel></rss>