<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rubrik - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/rubrik/</link><description>Rubrik - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2026 06:10:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/rubrik/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Rubrik yang Mulai Jujur: AI sebagai Rekan Penyusun Penilaian, Bukan Juri</title><link>https://site.pakgun.web.id/rubrik-penilaian-yang-jujur-ai-sebagai-rekan-penyusun/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 06:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/rubrik-penilaian-yang-jujur-ai-sebagai-rekan-penyusun/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/rubrik-penilaian-yang-jujur-ai-sebagai-rekan-penyusun/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu pertanyaan yang menahun di kepala saya bertahun-tahun: kalau dua guru mengoreksi jawaban uraian yang sama, berapa besar kemungkinan mereka memberi nilai yang sama? Pengalaman saya bilang: tidak sebesar yang kita harapkan. Dan pengalaman itu bukan sekadar dengar-dengar. Pernah suatu kali, di sebuah kegiatan MGMP, kami diminta mengoreksi salinan jawaban siswa yang sama. Jawaban itu sebenarnya cukup baik — alurnya jelas, tapi perhitungan akhirnya salah satu langkah. Skor dari rekan-rekan di ruangan itu berkisar dari enam sampai delapan koma lima. Dua koma lima poin selisihnya, untuk kertas yang sama persis.</p>]]></description></item></channel></rss>