<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Remedial - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/remedial/</link><description>Remedial - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2026 17:45:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/remedial/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Remedial yang Tidak Memalukan: Mengubah Kertas Koreksi Merah Menjadi Kertas Harapan</title><link>https://site.pakgun.web.id/remedial-tidak-memalukan-kesempatan-kedua/</link><pubDate>Fri, 23 Oct 2026 17:45:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/remedial-tidak-memalukan-kesempatan-kedua/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/remedial-tidak-memalukan-kesempatan-kedua/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu kebiasaan lama yang dulu saya jalani tanpa banyak mikir: habis ulangan, saya koreksi, nilai saya tulis merah di pojok kanan atas, terus di daftar nilai saya beri tanda kecil untuk nama-nama yang nilainya di bawah batas. Mereka yang kena tanda itu wajib remedial. Kata &ldquo;remedial&rdquo; di kelas saya dulu ibarat vonis. Begitu saya bilang, &ldquo;Nilai kamu belum memenuhi KKTP, nanti ikut remedial ya,&rdquo; yang muncul bukan semangat memperbaiki, tapi wajah memelas, gelak teman sebangku, dan satu-dua anak yang diam-diam menyobek sobekan kertas di meja karena malu.</p>]]></description></item></channel></rss>