<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prompting - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/prompting/</link><description>Prompting - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2026 19:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/prompting/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mengajar Siswa Bertanya pada AI: Keterampilan yang Tidak Ada di Buku Kurikulum</title><link>https://site.pakgun.web.id/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/</link><pubDate>Thu, 22 Oct 2026 19:15:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Sepanjang bulan lalu, saya mulai menyadari sesuatu yang aneh di kelas VII. Ada beberapa siswa yang tiba-tiba jawabannya rapi, langkahnya lengkap, dan benar. Terlalu benar. Seorang murid yang biasanya kewalahan menyelesaikan soal persamaan linear, tiba-tiba menuliskan solusi tiga baris dengan notasi yang bahkan tidak pernah saya ajarkan. Saat saya tanya, &ldquo;Coba jelaskan langkah kedua ini, kenapa pindah ruas?&rdquo;, dia terdiam, lalu jujur: &ldquo;Ini dari aplikasi AI, Pak.&rdquo;</p>]]></description></item></channel></rss>