<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persamaan Linear Satu Variabel - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/persamaan-linear-satu-variabel/</link><description>Persamaan Linear Satu Variabel - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 04:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/persamaan-linear-satu-variabel/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dari Kalimat ke Persamaan: Latihan Soal Cerita PLSV untuk Kelas VII</title><link>https://site.pakgun.web.id/soal-cerita-plsv-kalimat-ke-persamaan/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 04:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/soal-cerita-plsv-kalimat-ke-persamaan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/soal-cerita-plsv-kalimat-ke-persamaan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas VII saya, soal persamaan linear satu variabel yang sudah berbentuk angka biasanya berjalan lancar. Anak-anak bisa menyelesaikan $2x + 5 = 17$ dengan cukup percaya diri. Tetapi begitu soalnya berubah menjadi cerita, suasana kelas ikut berubah. Sebagian anak berhenti di kalimat pertama, bukan karena tidak bisa menghitung, melainkan karena tidak tahu harus mulai dari mana. Persamaannya belum ada, dan justru membuat persamaan itulah pekerjaan yang paling sulit.</p>
<p>Pengalaman ini mengajari saya satu hal: soal cerita tidak boleh diajarkan sebagai soal hitung yang kebetulan panjang. Ia perlu diajarkan sebagai soal terjemahan, dari bahasa sehari-hari ke bahasa matematika. Lembar latihan di bawah ini saya susun dengan cara itu, dan bisa dipakai untuk latihan mandiri, pekerjaan rumah, atau diskusi kelompok.</p>]]></description></item></channel></rss>