<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengukuran - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/pengukuran/</link><description>Pengukuran - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 16:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/pengukuran/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Satuan yang Sering Dilewati: Ketika cm, cm², dan cm³ Dianggap Sama</title><link>https://site.pakgun.web.id/satuan-yang-tanpa-lirik-cm-cm2-cm3/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 16:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/satuan-yang-tanpa-lirik-cm-cm2-cm3/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/satuan-yang-tanpa-lirik-cm-cm2-cm3/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu hal yang saya lewatkan bertahun-tahun di kelas: satuan. Bukan cara menghitungnya — anak-anak saya cukup lancar menghitung luas dan volume. Yang lewat justru tulisan kecil di belakang angka. Di lembar jawaban, luas persegi panjang berukuran $8$ cm $\times$ $5$ cm ditulis &ldquo;$40$ cm&rdquo; saja, begitu saja, tanpa pangkat. Dan selama bertahun-tahun saya hanya memberi tanda centang kecil, terkadang mencoret satuan lalu menulis yang benar, tanpa pernah benar-benar berhenti menanyakan: apakah mereka menganggap satuan itu penting?</p>]]></description></item><item><title>Benang dan Kaleng Bekas: Mencari Nilai Pi dengan Tangan Kosong</title><link>https://site.pakgun.web.id/benang-kaleng-nilai-pi/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 01:40:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/benang-kaleng-nilai-pi/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/benang-kaleng-nilai-pi/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu rumus yang setiap anak SMP hafal di luar kepala: $K = \pi d$. Mereka bisa menuliskannya bahkan sambil membawa obrolan lain. Tetapi tahun lalu, ketika saya bertanya pada kelas VIII, &ldquo;Pi itu sebenarnya apa?&rdquo; jawabannya merata seperti pasukan paduan suara: &ldquo;Tiga koma satu empat, Pak.&rdquo; Saya tanya lagi, tiga koma satu empat itu dapat dari mana? Hening. Ada yang berani menjawab, &ldquo;Dari rumus, Pak.&rdquo;</p>
<p>Nah, di titik itulah saya merasa ada yang belum selesai. Anak-anak tahu angkanya, tapi tidak tahu angka itu lahir dari mana. Seolah-olah $\pi$ adalah tetangga yang namanya hafal, tapi tidak pernah diajak bicara.</p>
<p>Musim ini saya coba cara lain. Pekan itu saya minta siswa membawa satu barang dari rumah: benda apa saja yang bentuknya lingkaran penuh. Kaleng susu, tutup jar, gelas, piring, rol lakban. Saya sendiri siapkan benang kulit sepatu yang sudah tidak terpakai dan satu gulung benang jahit biasa. Modalnya murah sekali, tapi kegiatannya jadi salah satu yang paling lama saya ingat tahun ini.</p>]]></description></item><item><title>Sudut di Balik Jarum Jam: Menggambar Jam Analog dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-sudut-jarum-jam/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 03:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-sudut-jarum-jam/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-sudut-jarum-jam/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu benda di kelas saya yang sudah bertahun-tahun tergantung di depan, tepat di atas papan tulis, tapi baru musim ini saya &ldquo;temukan&rdquo; sebagai alat peraga: jam dinding analog. Jam biasa. Yang jarumnya berdetak dan kadang baterainya mati tanpa saya sadari.</p>
<p>Awalnya hanya karena kebetulan. Kami sedang membahas pengukuran sudut di kelas VII, dan seorang siswa — selanjutnya saya sebut Rafi — mengangkat tangan dan bertanya, &ldquo;Pak, kalau sudutnya diukur dari jam, busur derajatnya mana?&rdquo; Pertanyaan itu membuat saya terdiam sejenak. Iya juga. Kami sedang sibuk mengukur sudut di kertas bercorak, padahal di atas kepala kami ada sudut yang bergerak tiap detik.</p>
<p>Sejak hari itu, jam dinding kelas saya punya pekerjaan tambahan.</p>]]></description></item><item><title>Tangga Konversi Satuan yang Digambar Proporsional: TikZ untuk Meter, Liter, dan Gram</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-tangga-konversi-satuan/</link><pubDate>Tue, 27 Oct 2026 21:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-tangga-konversi-satuan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-tangga-konversi-satuan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu gambar yang hampir pasti muncul setiap tahun ajaran baru di kelas saya: tangga konversi satuan. Tangga dengan anak tangga km–hm–dam–m–dm–cm–mm, lengkap dengan panah ke bawah &ldquo;kali&rdquo; dan panah ke atas &ldquo;bagi&rdquo;. Gambar itu saya warisi dari guru saya dulu, dan mungkin Bapak/Ibu juga mengenalnya sejak SD.</p>
<p>Masalahnya, tahun lalu saya menyadari sesuatu yang memalukan. Ketika saya menggambar tangga itu langsung di papan tulis dengan tangan, proporsinya berantakan. Anak tangga &ldquo;km&rdquo; ke &ldquo;hm&rdquo; terlihat sama panjangnya dengan anak tangga &ldquo;m&rdquo; ke &ldquo;dm&rdquo;. Padahal jarak km ke m itu seribu kali, sedangkan m ke dm hanya sepuluh kali. Saya juga pernah melihat soal di lembar kerja yang menggambar segmen garis untuk 2 km dan 50 m dengan panjang yang hampir sama. Belum lagi label yang meleset: ada gambar tangga di buku fotokopian yang urutannya hm–km–dam karena hasil scan miring.</p>]]></description></item><item><title>Busur Derajat yang Sering Dibaca Terbalik: Menggambar Sudut dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-sudut-busur-derajat/</link><pubDate>Sun, 25 Oct 2026 06:49:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-sudut-busur-derajat/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-sudut-busur-derajat/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Materi sudut di kelas tujuh terlihat paling &ldquo;aman&rdquo; di antara semua materi. Tidak ada pecahan yang bikin servas, tidak ada variabel yang bikin bingung. Saya dulu juga begitu berpikir — sampai saya koreksi lembar kerja pengukuran sudut dan menemukan tiga puluh persen anak mengukur sudut $135^\circ$ sebagai $45^\circ$. Angkanya tidak asal; itu hasil membaca skala busur derajat dari sisi yang salah.</p>]]></description></item></channel></rss>