<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pecahan - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/pecahan/</link><description>Pecahan - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 00:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/pecahan/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menandai Pecahan di Garis Bilangan dengan TikZ: Supaya Letaknya Tidak Lagi Ditebak</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-pecahan-garis-bilangan/</link><pubDate>Mon, 02 Nov 2026 00:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-pecahan-garis-bilangan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-pecahan-garis-bilangan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Pekan lalu, di kelas VII, saya menggambar garis bilangan 0 sampai 2 di papan tulis, lalu bertanya, &ldquo;Di mana letak $\frac{2}{3}$?&rdquo; Seorang siswa maju dengan percaya diri dan menancapkan titik persis di tengah antara 0 dan 1. Siswa lain menaruhnya lebih dekat ke 1, dengan alasan &ldquo;karena 2 itu hampir 3&rdquo;. Ada juga yang menaruhnya dekat angka 2, di luar ruas 0 sampai 1, karena ia membaca $\frac{2}{3}$ sebagai &ldquo;dua, tiga&rdquo;.</p>
<p>Tiga jawaban, tiga letak, semuanya ditebak. Padahal garis bilangan adalah alat ukur, bukan tempat menebak. Masalahnya, garis yang biasa kami gambar hanya memberi rumah bagi bilangan bulat: 0, 1, dan 2 sudah punya tanda, sedangkan pecahan tidak, sehingga siswa memperlakukannya seperti tamu yang boleh berdiri di mana saja. Pekan ini saya memperbaiki garis itu dengan TikZ, dan perbaikannya hanya satu kalimat: bagi dulu ruasnya sama besar, baru tandai pecahannya.</p>]]></description></item><item><title>Mengapa Membagi Pecahan Harus Dibalik dan Dikali? Pendalaman Pembagian Pecahan</title><link>https://site.pakgun.web.id/pendalaman-membagi-pecahan-dibalik-dikali/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 08:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/pendalaman-membagi-pecahan-dibalik-dikali/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/pendalaman-membagi-pecahan-dibalik-dikali/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas VII saya, ada satu prosedur yang dihafal dengan sangat lancar tetapi dipahami dengan sangat tipis: membagi pecahan. Tulis soalnya, balik pecahan kedua, ganti bagi menjadi kali, lalu hitung. Jawabannya sering benar. Tetapi ketika saya bertanya, &ldquo;Kenapa dibalik, Nak?&rdquo; kelas mendadak sunyi. Ada yang menjawab jujur, &ldquo;Kata buku begitu, Pak.&rdquo; Jawaban itu bukan salah murid. Itu tanda bahwa kita mengajar langkahnya tanpa mengajar alasannya.</p>
<p>Artikel ini adalah pendalaman pembagian pecahan. Kita tidak akan menambah aturan baru. Kita akan membongkar satu aturan yang paling sering dihafal itu, sampai murid melihat sendiri mengapa membalik itu masuk akal, bukan sekadar perintah.</p>]]></description></item><item><title>Porsi yang Sama, Potongan yang Beda: Menggambar Pecahan Senilai dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-pecahan-senilai-bangun-bata/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 17:05:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-pecahan-senilai-bangun-bata/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-pecahan-senilai-bangun-bata/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kelas VII kemarin sedang bahas pecahan. Saya bawa satu batang cokelat murahan dari warung dekat sekolah — yang bentuknya kotak panjang, tersusun dari delapan potongan kecil. Cokelat itu bukan hadiah, tapi alat peraga yang saya beli empat ribu rupiah. Murah, tapi justru dari cokelat empat ribu rupiah itu muncul diskusi paling seru minggu ini.</p>
<p>Saya patahkan cokelatnya jadi dua sama panjang, lalu tunjuk setengahnya. &ldquo;Berapa pecahan dari cokelat ini yang saya pegang?&rdquo;</p>
<p>&ldquo;Setengah, Pak,&rdquo; jawab mereka hampir serempak.</p>
<p>Lalu saya patahkan lagi bagian yang satu jadi dua. Sekarang tangankan memegang dua potongan kecil dari total empat. &ldquo;Kalau sekarang?&rdquo;</p>
<p>&ldquo;Dua per empat.&rdquo;</p>
<p>&ldquo;Jadi tadi saya pegang setengah, sekarang dua per empat. Berarti cokelatnya berubah banyak?&rdquo;</p>
<p>Hening sebentar. Lalu ada yang bilang, &ldquo;Nggak juga, Pak&hellip; yang dipegang kan tetap segitu.&rdquo;</p>
<p>Itulah momen yang saya tunggu. Angkanya berubah dari $\frac{1}{2}$ menjadi $\frac{2}{4}$, tapi porsinya tidak pindah sedikit pun. Pecahan senilai — dua angka berbeda untuk porsi yang sama — bukan sekadar aturan &ldquo;kali atas kali bawah&rdquo; yang harus dihafal. Ia pernyataan tentang kuantitas yang memang tidak berubah.</p>]]></description></item><item><title>Bilangan yang Keberatan: Mencicil Pemahaman Pecahan lewar Perkalian Kertas Origami</title><link>https://site.pakgun.web.id/pecahan-lewat-lipat-kertas/</link><pubDate>Thu, 22 Oct 2026 21:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/pecahan-lewat-lipat-kertas/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/pecahan-lewat-lipat-kertas/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu topik yang setiap tahun selalu membuat saya menyiapkan mental ekstra sebelum masuk kelas: pecahan. Bukan pecahan biasa yang cuma soal dibaca, tapi pecahan yang dioperasikan — terutama perkalian. Kalau Bapak/Ibu guru pernah mengajar materi ini, pasti tahu persis raut wajah murid ketika papan tulis penuh dengan $\frac{2}{3} \times \frac{3}{4}$. Ada yang pasrah menyalin rumus, ada yang langsung menyerah sebelum perang dimulai, dan ada pula yang bertanya dengan lirih, &ldquo;Pak, kok dikali tapi hasilnya malah lebih kecil?&rdquo;</p>]]></description></item></channel></rss>