<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Median - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/median/</link><description>Median - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2026 10:55:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/median/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Rata-rata yang Ditarik Satu Nilai Ekstrem: Median dan Data Miring dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-rata-rata-median-data-miring/</link><pubDate>Tue, 27 Oct 2026 10:55:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-rata-rata-median-data-miring/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-rata-rata-median-data-miring/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Percakapan yang mengubah rencana mengajar saya terjadi tahun lalu, tepat setelah pembagian hasil ulangan statistika dasar. Seorang murid—sebut saja Rani—mengangkat tangan dan bertanya dengan nada curiga, &ldquo;Pak, kok rata-rata kelas kami 73, padahal saya lihat nilai terbanyak cuma 70? Lalu kenapa ada yang bilang rata-ratanya 76?&rdquo;</p>
<p>Awalnya saya kira dia salah melihat. Ternyata tidak. Dia melihat dua angka dari dua sumber yang berbeda, dan keduanya benar. Satu adalah rata-rata, satu lagi median. Di kelas itu, dua angka itu tidak berjarak dua poin seperti di banyak contoh soal—mereka berjarak cukup jauh, dan selisih itu justru menjadi pintu masuk terbaik yang pernah saya dapat untuk membahas data miring.</p>]]></description></item><item><title>Batang di Kiri, Daun di Kanan: Menggambar Diagram Batang-Daun dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/diagram-batang-daun-tikz/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 20:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/diagram-batang-daun-tikz/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/diagram-batang-daun-tikz/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Seri statistika kelas 8 ini sudah melewati diagram batang, histogram, poligon frekuensi, tiga garis pemusatan, dan ogive. Setiap gambar itu punya satu kekurangan yang sama: begitu datanya dikelompokkan, nilai aslinya hilang. Dari sebuah batang histogram kita tahu ada tujuh anak di interval 70–79, tetapi kita tidak tahu lagi apakah mereka mendapat 71 atau 79. Pekan ini seorang anak bertanya, &ldquo;Pak, ada gambar yang bentuknya seperti histogram tapi nilainya masih kelihatan semua?&rdquo; Ada. Namanya diagram batang-daun, dan ia adalah jembatan paling jujur antara daftar nilai mentah dan gambar.</p>
<p>Datanya saya ambil dari ulangan susulan kelas 8D: 30 nilai. Bukan data kemarin — sengaja saya pakai kelompok lain supaya anak melihat bahwa caranya sama untuk data apa pun, bukan hafalan satu tabel.</p>]]></description></item><item><title>Naik Setapak demi Setapak: Menggambar Ogive Frekuensi Kumulatif dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/ogive-frekuensi-kumulatif-tikz/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 16:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/ogive-frekuensi-kumulatif-tikz/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/ogive-frekuensi-kumulatif-tikz/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Seri statistika kelas 8C ini sudah melewati diagram batang, histogram, poligon frekuensi, dan tiga garis pemusatan. Pagi ini, sebelum bel pertama, seorang anak menghampiri saya dengan pertanyaan yang tampak sederhana: &ldquo;Pak, kalau saya mau tahu ada berapa anak yang nilainya di bawah 70, saya harus menghitung satu per satu?&rdquo; Tidak. Jawabannya sudah ada di tabel — hanya saja tersembunyi di balik kolom yang belum pernah kita buat: frekuensi kumulatif. Dan kalau kolom itu digambar, namanya ogive.</p>
<p>Ogive adalah kurva frekuensi kumulatif. Berbeda dengan histogram yang batangnya berdiri sendiri-sendiri, ogive menghubungkan titik-titik menjadi satu garis yang selalu naik — seperti anak tangga yang tidak pernah turun. Sekali anak paham logikanya, satu gambar ini menjawab banyak pertanyaan: berapa anak di bawah nilai tertentu, berapa anak di atasnya, dan di mana letak mediannya — tanpa satu rumus pun.</p>]]></description></item><item><title>Tiga Garis di Atas Histogram: Mean, Median, dan Modus Digambar dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/mean-median-modus-histogram-tikz/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 08:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/mean-median-modus-histogram-tikz/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/mean-median-modus-histogram-tikz/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Histogram kemarin sudah menunjukkan bentuk sebaran nilai kelas 8C: puncaknya di interval 70–79, ekornya tipis di dua ujung. Kemarin sore, seusai bel pulang, seorang anak menghampiri meja saya. &ldquo;Pak, kalau ditanya nilai tengah kelas kita berapa, jawabnya yang mana?&rdquo; Saya tersenyum — pertanyaan satu kalimat, jawabannya tiga angka.</p>
<p>Tiga ukuran pemusatan itu — rata-rata, median, modus — biasanya saya ajarkan sebagai tiga rumus di papan tulis. Hari ini saya memutuskan menggambarnya: tiga garis tegak di atas histogram yang sama, supaya anak-anak melihat sendiri di mana ketiganya berdiri. Datanya tetap yang kemarin, 32 nilai yang dikelompokkan menjadi enam interval, supaya serinya nyambung.</p>]]></description></item></channel></rss>