<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Media Ajar - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/media-ajar/</link><description>Media Ajar - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 20:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/media-ajar/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Enam Sudut dari Satu Persilangan: Menggambar Dua Garis Sejajar dan Transversalnya dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-transversal-garis-sejajar/</link><pubDate>Mon, 02 Nov 2026 20:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-transversal-garis-sejajar/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-transversal-garis-sejajar/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada materi yang kalau diajarkan lewat ceramah, siswa bisa hafal tiga istilahnya tapi tetap salah ketika menghadapi gambar soal. Pasangan sudut yang lahir dari dua garis sejajar yang dipotong satu garis transversal adalah contohnya. <em>Sehadap</em>, <em>bersudut berhadapan</em> (alternate), dan <em>sepihak</em> — tiga istilah itu mudah diucapkan. Tapi ketika saya memberi soal sederhana: &ldquo;Sebutkan pasangan sudut sehadapnya,&rdquo; setengah kelas menunjuk sudut yang salah. Bukan karena mereka tidak paham konsepnya, tapi karena gambar di soalnya tidak membantu.</p>]]></description></item></channel></rss>