<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Matematika - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/matematika/</link><description>Matematika - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 09:10:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/matematika/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menaksir Sebelum Menghitung: Kebiasaan Kecil yang Menyelamatkan Jawaban</title><link>https://site.pakgun.web.id/estimasi-sebelum-menghitung/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 09:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/estimasi-sebelum-menghitung/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/estimasi-sebelum-menghitung/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu pemandangan di kelas yang tahun-tahun awal mengajar saya tanggapi dengan mencoret besar-besaran di kertas jawaban: siswa yang sampai pada jawaban bahwa harga satu buku tulis adalah Rp4.500 setelah diskon, padahal harga normalnya tertulis Rp15.000. Atau siswa yang menyimpulkan tinggi pohon di halaman sekolah 320 meter. Jawabannya salah, tentu. Tapi yang membuat saya duduk diam sebentar bukan kesalahannya — melainkan ketenangannya. Siswa itu menyerahkan kertas dengan wajah tenang, yakin bahwa semuanya sudah beres.</p>]]></description></item><item><title>Tiga Perbandingan yang Sama di Semua Segitiga: Trigonometri Siku-siku dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-perbandingan-trigonometri-segitiga-siku-siku/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 07:02:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-perbandingan-trigonometri-segitiga-siku-siku/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-perbandingan-trigonometri-segitiga-siku-siku/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Trigonometri adalah salah satu materi yang paling sering saya dengar dikeluhkan oleh rekan guru. Bukan karena sulit diterangkan — definisinya cuma dua kalimat — tapi karena hasilnya. Kita terangkan dengan baik, siswa mengangguk dengan baik, lalu di ulangan setengah kelas menukar posisi depan dan samping seolah keduanya kembar yang boleh saling menggantikan. Tahun-tahun awal mengajar, tanggapan saya terhadap kegagalan itu adalah latihan lebih banyak. Puluhan soal, sembilan puluhan soal. Yang terjadi hanya satu: siswa makin cepat salah dengan cara yang sama.</p>]]></description></item><item><title>Langkah yang Jujur pada Kertasnya: Menggambar Diagram Alur Penyelesaian Soal dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-alur-langkah-penyelesaian/</link><pubDate>Wed, 28 Oct 2026 10:05:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-alur-langkah-penyelesaian/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-diagram-alur-langkah-penyelesaian/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu pemandangan yang setiap tahun saya temui di kelas dan setiap tahun juga membuat saya geleng-gelap: siswa yang menulis satu angka besar dan tebal di baris paling bawah, tanpa satu pun langkah di atasnya. Saya tanya, &ldquo;Cara hitungnya mana?&rdquo; Jawabannya lirih, &ldquo;Di kepala, Pak.&rdquo; Kadang angkanya benar. Sama seringnya, angkanya salah — dan ketika salah, saya tidak tahu harus memperbaiki dari mana. Kayak dokter dapat pasien pingsan tanpa kartu riwayat: tahu ada yang tidak beres, tapi tidak tahu di organ mana.</p>]]></description></item><item><title>Permainan yang Tidak Berakhir di Skor: Cerita di Balik GezyGames</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezygames-permainan-tidak-berakhir-di-skor/</link><pubDate>Wed, 28 Oct 2026 04:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezygames-permainan-tidak-berakhir-di-skor/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezygames-permainan-tidak-berakhir-di-skor/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Anak-anak saya di kelas delapan punya hubungan yang aneh dengan kata &ldquo;kuis&rdquo;. Mereka menggeliat kalau kuis itu ujian, tapi mata mereka langsung berbinar kalau kuis itu berbentuk permainan. Saya paham sekali. Saya juga begitu waktu kecil — di warung dekat sekolah dulu ada mesin game sederhana, dan saya bisa menghabiskan uang jajan cuma untuk mengalahkan rekor teman sendiri di satu permainan yang berulang-ulang. Sesuatu yang melelahkan kalau disebut latihan menjadi menyenangkan kalau disebut tantangan.</p>]]></description></item><item><title>Kemiringan yang Bisa Dijelaskan: Menggambar Gradien Garis dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-gradien-garis-kemiringan/</link><pubDate>Sun, 25 Oct 2026 09:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-gradien-garis-kemiringan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-gradien-garis-kemiringan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Minggu lalu saya memberikan soal pemanasan sederhana di kelas VIII: dua titik, $(1, 3)$ dan $(2, 5)$, ditanyakan kemiringan garis yang melalui keduanya. Jawaban yang masuk hampir seragam — dua per satu, dua. Benar. Lalu saya lempar pertanyaan lanjutan: &ldquo;Garis itu naik atau turun?&rdquo; Beberapa tangan terangkat dengan yakin menjawab turun. Ketika saya tanya alasannya, jawabannya jujur dan menampar: &ldquo;Karena rumusnya ada minnya, Pak.&rdquo; Padahal rumusnya tidak ada tanda minus sama sekali. Mereka cuma ingat bahwa soal gradien biasanya &ldquo;berbau&rdquo; minus, jadi mereka menaruh minus di mana saja, seperti menebak cuaca dari warna langit sore.</p>]]></description></item><item><title>Teorema Pythagoras dan Bukti yang Bisa Dilihat Mata</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-teorema-pythagoras-bukti-visual/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 08:05:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-teorema-pythagoras-bukti-visual/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-teorema-pythagoras-bukti-visual/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu momen yang saya ingat sangat jelas dari masa saya jadi siswa: guru saya menulis teorema Pythagoras di papan, memberi garis bawah tebal, lalu berkata, &ldquo;Ini rumus penting. Hafalkan.&rdquo; Dan saya hafalkan. Saya hafalkan begitu baik sampai bisa mengerjakan puluhan soal tanpa pernah sekali pun paham mengapa jumlah dua kuadrat itu harus sama dengan kuadrat yang ketiga. Rumus itu datang ke hidup saya seperti aturan sekolah: tidak perlu alasan, yang penting dijalankan.</p>]]></description></item></channel></rss>