<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Literasi-Digital - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/literasi-digital/</link><description>Literasi-Digital - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 19:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/literasi-digital/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Jawaban yang Salah tapi Percaya Diri: Mengajari Siswa Tidak Langsung Percaya pada AI</title><link>https://site.pakgun.web.id/ai-jawaban-salah-tapi-percaya-diri/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 19:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/ai-jawaban-salah-tapi-percaya-diri/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/ai-jawaban-salah-tapi-percaya-diri/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kemarin sore, seusai jam pelajaran, dua siswa kelas VIII saya menyodorkan laptop mereka. Mereka sedang mengerjakan latihan di rumah, menabrak satu soal sistem persamaan linear, tidak paham, lalu — seperti yang sudah jadi kebiasaan anak-anak sekarang — menyalin soalnya ke sebuah chatbot AI. Jawaban datang dalam hitungan detik: rapi, bertahap, diakhiri kalimat tegas &ldquo;Jadi, nilai $x = 3$ dan $y = 1$.&rdquo;</p>
<p>Masalahnya, jawaban yang benar adalah $x = 1$ dan $y = 3$. Chatbot itu salah arah di tengah jalan: saat memindahkan satu suku antar ruas, tandanya tidak berubah. Kesalahannya kecil, khas manusia, dan sama sekali tidak menurunkan rasa percaya dirinya. Baris terakhirnya tetap ditulis dengan nada seolah-olah tidak ada kemungkinan lain.</p>
<p>Saya tidak marah pada AI-nya. Saya justru bersyukur. Karena di depan saya, dua anak remaja sedang mengalami sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan lewat ceramah: bahwa mesin yang terdengar sangat meyakinkan bisa saja salah.</p>]]></description></item><item><title>Mengajar Siswa Bertanya pada AI: Keterampilan yang Tidak Ada di Buku Kurikulum</title><link>https://site.pakgun.web.id/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/</link><pubDate>Thu, 22 Oct 2026 19:15:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Sepanjang bulan lalu, saya mulai menyadari sesuatu yang aneh di kelas VII. Ada beberapa siswa yang tiba-tiba jawabannya rapi, langkahnya lengkap, dan benar. Terlalu benar. Seorang murid yang biasanya kewalahan menyelesaikan soal persamaan linear, tiba-tiba menuliskan solusi tiga baris dengan notasi yang bahkan tidak pernah saya ajarkan. Saat saya tanya, &ldquo;Coba jelaskan langkah kedua ini, kenapa pindah ruas?&rdquo;, dia terdiam, lalu jujur: &ldquo;Ini dari aplikasi AI, Pak.&rdquo;</p>]]></description></item></channel></rss>