<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisi-Kisi - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/kisi-kisi/</link><description>Kisi-Kisi - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 23:20:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/kisi-kisi/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Kisi-Kisi yang Membaca Otak Penulisnya: AI sebagai Rekan Menyusun Kisi-Kisi</title><link>https://site.pakgun.web.id/kisi-kisi-yang-membaca-otak-penulisnya/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 23:20:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/kisi-kisi-yang-membaca-otak-penulisnya/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/kisi-kisi-yang-membaca-otak-penulisnya/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kalau ada satu dokumen sekolah yang paling sering saya kerjakan terlambat, itu kisi-kisi penilaian sumatif. Formatnya sederhana: nomor soal, materi, indikator, level kognitif, bentuk soal. Tapi menyusunnya itu seperti merapikan rumah sebelum tamu datang — semua orang tahu pentingnya, tidak ada yang benar-benar menikmati prosesnya.</p>
<p>Pekan lalu kisi-kisi untuk sumatif tengah semester kelas VII jatuh tempo hari Senin. Ahad malam jam sembilan, saya menatap dokumen yang baru terisi dua baris dari tiga puluh. Di titik seperti itu dulu saya akan memilih jalan pintas: menyalin kisi-kisi tahun lalu dan mengganti nama materi. Malam itu saya mencoba jalan lain. Saya membuka percakapan dengan AI dan mengajaknya bekerja — bukan menyerahkan pekerjaannya.</p>]]></description></item></channel></rss>