<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keliling - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/keliling/</link><description>Keliling - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 15:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/keliling/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Pagar yang Sama, Luas yang Berbeda: Menjelajah Keliling Tetap dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-keliling-sama-luas-berbeda/</link><pubDate>Sun, 01 Nov 2026 15:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-keliling-sama-luas-berbeda/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Minggu lalu, di kelas VIII, saya memberikan satu soal yang saya kira akan selesai dalam lima menit. &ldquo;Bapak punya kawat pagar sepanjang 24 meter. Kawat itu dipakai mengelilingi kebun berbentuk persegi panjang. Berapa panjang dan lebarnya supaya luas kebun paling besar?&rdquo; Kelas langsung ramai menghitung, dan memang lima menit kemudian jawaban mulai berdatangan. Panjang 5, lebar 7, luas 35 meter persegi — itu yang paling banyak muncul. Jawaban itu benar menurut kunci. Tetapi ketika saya bertanya balik, &ldquo;Siapa yang bisa meyakinkan saya bahwa tidak ada kebun lain yang luasnya lebih dari 35?&rdquo;, kelas yang tadinya ramai tiba-tiba hening.</p>
<p>Ada yang menyerah dengan senyum, ada yang membuka lagi bukunya, dan seorang siswa di baris belakang bergumam, &ldquo;Lha, yang ditanya toh cuma satu jawaban, Pak.&rdquo; Di situlah letak masalahnya. Selama ini kebanyakan soal yang mereka kenal memang berhenti di satu jawaban: hitung, tulis, selesai. Soal tadi berbeda — ia tidak meminta satu jawaban, melainkan meminta keyakinan bahwa tidak ada jawaban lain yang lebih baik. Dan keyakinan semacam itu tidak lahir dari satu kali hitungan; ia lahir dari melihat seluruh kemungkinannya.</p>]]></description></item><item><title>Luas Sama, Keliling Beda: Mengajari Siswa Membedakan Persegi Panjang dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-keliling-luas-persegi-panjang/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 23:36:33 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-keliling-luas-persegi-panjang/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-keliling-luas-persegi-panjang/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kamis pekan lalu, di kelas VII, saya memberikan soal yang terlihat sangat sederhana: &ldquo;Gambarlah dua persegi panjang yang luasnya sama, yaitu 40 cm persegi.&rdquo; Saya pikir anak-anak akan selesai dalam lima menit. Ternyata yang muncul lebih dulu bukan jawaban, melainkan kebingungan yang justru menyegarkan hati saya. Rani mengangkat tangan, &ldquo;Pak, kalau luasnya sama, berarti kelilingnya juga sama dong, Pak?&rdquo;</p>
<p>Pertanyaan itu bukan pertanyaan bodoh. Itu pertanyaan yang jujur dari anak yang selama ini diajarkan dua kata — keliling dan luas — selalu berdampingan di halaman buku yang sama, tanpa pernah diberi kesempatan untuk bertengkar.</p>]]></description></item></channel></rss>