<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keliling Dan Luas - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/keliling-dan-luas/</link><description>Keliling Dan Luas - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 16:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/keliling-dan-luas/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dari Jari-jari ke Luas: Latihan Soal Keliling dan Luas Lingkaran untuk Kelas VIII</title><link>https://site.pakgun.web.id/latihan-soal-keliling-luas-lingkaran-kelas-viii/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 16:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/latihan-soal-keliling-luas-lingkaran-kelas-viii/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/latihan-soal-keliling-luas-lingkaran-kelas-viii/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Lingkaran adalah salah satu materi yang paling sering membuat murid saya tersenyum lega di awal, lalu mengernyit di tengah jalan. Rumusnya hanya dua: keliling dan luas. Tetapi begitu soal menyembunyikan jari-jarinya di balik diameter, atau meminta jawaban dari cerita tentang taman dan roda, rumus yang hafal itu tiba-tiba terasa jauh.</p>
<p>Di kelas VIII saya, kesalahan yang paling sering muncul bukan karena murid tidak hafal rumus. Kesalahan itu muncul karena mereka tidak berhenti sejenak untuk bertanya: yang diketahui ini jari-jari atau diameter? Soal-soal di bawah ini saya susun untuk melatih kebiasaan itu. Empat soal dengan pembahasan, lalu dua latihan mandiri di akhir.</p>]]></description></item><item><title>Benang dan Kaleng Bekas: Mencari Nilai Pi dengan Tangan Kosong</title><link>https://site.pakgun.web.id/benang-kaleng-nilai-pi/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 01:40:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/benang-kaleng-nilai-pi/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/benang-kaleng-nilai-pi/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu rumus yang setiap anak SMP hafal di luar kepala: $K = \pi d$. Mereka bisa menuliskannya bahkan sambil membawa obrolan lain. Tetapi tahun lalu, ketika saya bertanya pada kelas VIII, &ldquo;Pi itu sebenarnya apa?&rdquo; jawabannya merata seperti pasukan paduan suara: &ldquo;Tiga koma satu empat, Pak.&rdquo; Saya tanya lagi, tiga koma satu empat itu dapat dari mana? Hening. Ada yang berani menjawab, &ldquo;Dari rumus, Pak.&rdquo;</p>
<p>Nah, di titik itulah saya merasa ada yang belum selesai. Anak-anak tahu angkanya, tapi tidak tahu angka itu lahir dari mana. Seolah-olah $\pi$ adalah tetangga yang namanya hafal, tapi tidak pernah diajak bicara.</p>
<p>Musim ini saya coba cara lain. Pekan itu saya minta siswa membawa satu barang dari rumah: benda apa saja yang bentuknya lingkaran penuh. Kaleng susu, tutup jar, gelas, piring, rol lakban. Saya sendiri siapkan benang kulit sepatu yang sudah tidak terpakai dan satu gulung benang jahit biasa. Modalnya murah sekali, tapi kegiatannya jadi salah satu yang paling lama saya ingat tahun ini.</p>]]></description></item></channel></rss>