<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelas IX - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/kelas-ix/</link><description>Kelas IX - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 16:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/kelas-ix/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Satu Lipatan, Dua Kali Lipat: Mengajar Bilangan Berpangkat dari Kertas yang Dilipat</title><link>https://site.pakgun.web.id/mengajar-bilangan-berpangkat-lipatan-kertas/</link><pubDate>Tue, 03 Nov 2026 16:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/mengajar-bilangan-berpangkat-lipatan-kertas/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/mengajar-bilangan-berpangkat-lipatan-kertas/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Dulu, ketika saya mengajar bilangan berpangkat, saya memulainya persis seperti buku: menulis definisi $a^n = a \times a \times \dots \times a$ sebanyak $n$ faktor, lalu meminta anak-anak menghitung $2^5$, $3^4$, dan $5^3$. Mereka mengerjakannya dengan benar. Tetapi seminggu kemudian, ketika saya bertanya mengapa $2^{10}$ sama dengan $1024$, sebagian besar hanya mengangkat bahu. Pangkat bagi mereka hanyalah singkatan menulis perkalian yang panjang — bukan sesuatu yang tumbuh.</p>
<p>Sejak itu saya mengubah pembukanya. Saya tidak lagi mulai dari definisi, melainkan dari selembar kertas. Satu lembar kertas bekas, dilipat berkali-kali di depan kelas, ternyata jauh lebih jujur daripada definisi di papan tulis: anak-anak melihat sendiri bagaimana sesuatu bisa membesar dengan sangat cepat, hanya karena dilipat.</p>]]></description></item><item><title>Dua Bangun yang Persis Sama: Menggambar Kekongruenan dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-keongruenan-dua-bangun/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 03:45:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-keongruenan-dua-bangun/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-keongruenan-dua-bangun/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas IX pekan lalu, kami membahas kekongruenan. Saya menggambar dua segitiga di papan: satu menghadap ke atas, satu saya putar agak miring ke kanan. Lalu saya bertanya, &ldquo;Dua segitiga ini sama atau tidak?&rdquo; Hampir seluruh kelas menjawab sama, tapi ketika saya minta alasan, jawabannya berhenti di &ldquo;bentuknya kelihatan sama, Pak.&rdquo; Persis di titik itu matematika kelas IX mulai berbeda dari kelas-kelas sebelumnya: kelihatan sama tidak lagi cukup. Yang dicari adalah jaminan, dan jaminan itu punya nama — syarat kekongruenan.</p>
<p>Masalahnya, syarat kekongruenan justru sering diajarkan sebagai daftar hafalan. Sas, Sas, Asa, As, Sasa. Lima singkatan yang dihafal lebih cepat daripada dipahami. Saya sendiri dulu menghafalnya begitu, dan saya tahu persis apa akibatnya: murid bisa mengisi tabel &ldquo;bangun mana yang kongruen dengan alasan apa&rdquo; dengan benar, tetapi ketika saya tumpuk dua segitiga yang sama ukurannya dengan posisi berbeda di kertas buram, mereka ragu apakah dua bangun itu masih boleh disebut kongruen. Ada celah antara hafalan dan pengertian, dan celah itu terasa banget kalau kita sedang berdiri di depan kelas.</p>]]></description></item><item><title>Kertas Dilipat, Bayangan Muncul: Mengajar Pencerminan dari Cermin Kelas</title><link>https://site.pakgun.web.id/pencerminan-cermin-kelas/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 09:14:44 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/pencerminan-cermin-kelas/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/pencerminan-cermin-kelas/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Transformasi geometri adalah salah satu topik yang paling sering saya ajarkan dengan rumus lebih dulu. Dulu begitu. $P(x,y) \to P&rsquo;(-x,y)$ — hafalkan, kerjakan latihan dua puluh soal, ulangan, selesai. Hasilnya? Nilai banyak yang bagus, tapi ketika saya tanya &ldquo;cerminnya di mana?&rdquo;, jawabannya diam. Mereka tahu rumusnya, bukan maksudnya.</p>]]></description></item></channel></rss>