<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekongruenan - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/kekongruenan/</link><description>Kekongruenan - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 03:45:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/kekongruenan/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dua Bangun yang Persis Sama: Menggambar Kekongruenan dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-keongruenan-dua-bangun/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 03:45:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-keongruenan-dua-bangun/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-keongruenan-dua-bangun/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas IX pekan lalu, kami membahas kekongruenan. Saya menggambar dua segitiga di papan: satu menghadap ke atas, satu saya putar agak miring ke kanan. Lalu saya bertanya, &ldquo;Dua segitiga ini sama atau tidak?&rdquo; Hampir seluruh kelas menjawab sama, tapi ketika saya minta alasan, jawabannya berhenti di &ldquo;bentuknya kelihatan sama, Pak.&rdquo; Persis di titik itu matematika kelas IX mulai berbeda dari kelas-kelas sebelumnya: kelihatan sama tidak lagi cukup. Yang dicari adalah jaminan, dan jaminan itu punya nama — syarat kekongruenan.</p>
<p>Masalahnya, syarat kekongruenan justru sering diajarkan sebagai daftar hafalan. Sas, Sas, Asa, As, Sasa. Lima singkatan yang dihafal lebih cepat daripada dipahami. Saya sendiri dulu menghafalnya begitu, dan saya tahu persis apa akibatnya: murid bisa mengisi tabel &ldquo;bangun mana yang kongruen dengan alasan apa&rdquo; dengan benar, tetapi ketika saya tumpuk dua segitiga yang sama ukurannya dengan posisi berbeda di kertas buram, mereka ragu apakah dua bangun itu masih boleh disebut kongruen. Ada celah antara hafalan dan pengertian, dan celah itu terasa banget kalau kita sedang berdiri di depan kelas.</p>]]></description></item></channel></rss>