<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jari - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/jari/</link><description>Jari - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/jari/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menghitung dengan Jari: Antara Malu dan Metode</title><link>https://site.pakgun.web.id/menghitung-dengan-jari-antara-malu-dan-metode/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 20:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/menghitung-dengan-jari-antara-malu-dan-metode/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/menghitung-dengan-jari-antara-malu-dan-metode/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas tujuh, saya pernah menangkap seorang siswa — sebut saja Raka — menghitung dengan jari di bawah meja. Tangannya agak ke bawah, mata ke arah papan tulis, pura-pura dengar penjelasan. Waktu saya tanya $7 + 8$, dia jawab cepat: &ldquo;Lima belas, Pak.&rdquo; Tapi saya sempat melihat jari telunjuk dan tengahnya bergerak diam-diam.</p>
<p>Saat saya senyum dan bilang, &ldquo;Tenang, pakai jari boleh kok,&rdquo; dia malah bengong. Sepertinya dia menyangka akan dimarahi. Malah dia bilang pelan, &ldquo;Adik saya kelas empat aja sudah tidak pakai jari, Pak.&rdquo;</p>
<p>Kalimat itu yang tinggal di kepala saya sampai sekarang. Dari mana anak-anak belajar bahwa menghitung dengan jari itu memalukan? Dari kami — orang dewasa yang sering melarang tanpa menjelaskan.</p>]]></description></item></channel></rss>