<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangka - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/jangka/</link><description>Jangka - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2026 08:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/jangka/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menakar 60 Derajat tanpa Busur Derajat: Konstruksi Sudut Spesial dengan Jangka dan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/konstruksi-sudut-60-derajat-tikz/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 08:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/konstruksi-sudut-60-derajat-tikz/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/konstruksi-sudut-60-derajat-tikz/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas VII semester genap lalu, saya membagikan busur derajat plastik untuk mengukur sudut. Lima menit kemudian, satu kelompok mengangkat tangan: &ldquo;Pak, sudut ini 45 atau 135?&rdquo; Saya mendekat, dan memang dua kemungkinan itu sama masuk akalnya kalau siswa lupa memperhatikan dari mana skala mulai. Di kelompok lain ada yang membaca 60 derajat sebagai 120, dan yang paling menghibur: busur derajat yang diputar-putar seperti kompas karena &ldquo;skalanya kebalik, Pak&rdquo;.</p>
<p>Itu bukan kelalaian siswa. Busur derajat memang alat yang licik: dua skala berlawanan arah, garis nol yang harus sejajar kaki sudut, titik pusat yang harus tepat di vertex. Banyak hal yang bisa salah sebelum angkanya terbaca. Maka pada pertemuan berikutnya saya mencoba jalan lain — sengaja menyita (dengan izin) semua busur derajat, dan menyuruh siswa membuat sudut 60 derajat hanya dengan jangka dan penggaris tanpa skala.</p>]]></description></item></channel></rss>