<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Himpunan - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/himpunan/</link><description>Himpunan - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 09:19:44 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/himpunan/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mengajar Himpunan dari Isi Tas</title><link>https://site.pakgun.web.id/himpunan-dari-isi-tas/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 09:19:44 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/himpunan-dari-isi-tas/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/himpunan-dari-isi-tas/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Himpunan sering menjadi bab pembuka kelas VII yang paling kering. Notasinya memang menakutkan untuk pemula: kurung kurawal, simbol ∈ dan ⊂, lalu diagram Venn yang digambar begitu saja di papan tulis. Dulu saya mengajarkannya definisi dulu — &ldquo;himpunan adalah kumpulan benda yang terdefinisi jelas&rdquo; — dan mendapat kelas yang mengangguk sopan tanpa paham kenapa ini perlu dipelajari.</p>
<p>Sekarang saya mulai dari tas.</p>]]></description></item><item><title>Lingkaran yang Bertumpuk: Menggambar Diagram Venn dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-venn-himpunan/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 14:20:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-venn-himpunan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-diagram-venn-himpunan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Materi himpunan di kelas VII punya satu momen yang selalu saya tunggu-tunggu: saat siswa diminta menggambar diagram Venn sendiri di buku. Di situlah terlihat jelas apa yang mereka paham dan apa yang hanya mereka hafal. Dan tahun ini, momen itu justru membuat saya tersipu — karena soal yang saya cetak, gambar diagram Venn-nya yang tidak jujur.</p>
<p>Dua lingkaran di soal itu saya gambar pakai aplikasi pengolah kata, asal diseret sampai kelihatan &ldquo;bertumpuk&rdquo;. Masalahnya, irisan yang terlihat di gambar tidak sesuai dengan data soal. Soalnya berbunyi: dari 40 siswa, 25 suka matematika, 22 suka IPA, dan 9 suka keduanya. Kalau irisan berisi 9, maka wilayah hanya-matematika berisi 16 dan hanya-IPA berisi 13. Dengan ukuran lingkaran yang sama besar dan tumpang tindih yang asal, siswa yang teliti akan bingung: kok wilayah kiri dan kanan kelihatan sama padahal isinya beda jauh?</p>
<p>Salah satu siswa, Nadia, bahkan bertanya, &ldquo;Pak, kalau yang suka matematika lebih banyak, kok lingkarannya sama besar?&rdquo; Pertanyaan itu saya simpan. Itu pertanyaan yang seharusnya tidak perlu muncul — kalau saja gambar soalnya jujur sejak awal.</p>]]></description></item></channel></rss>