<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GezyTech - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/gezytech/</link><description>GezyTech - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 19:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/gezytech/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Teks yang Berjalan Pelan: Cerita di Balik GezyPrompter</title><link>https://site.pakgun.web.id/teks-yang-berjalan-pelan-cerita-di-balik-gezyprompter/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 19:15:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/teks-yang-berjalan-pelan-cerita-di-balik-gezyprompter/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/teks-yang-berjalan-pelan-cerita-di-balik-gezyprompter/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu momen yang membuat saya akhirnya serius membuat GezyPrompter: saya sedang merekam video penjelasan untuk kelas VIII tentang relasi dan fungsi. Kamera nyala, mikrofon siap, dan saya mulai berbicara. Lima menit kemudian saya menonton rekamannya dan menemukan hal yang memalukan sekaligus mencerahkan — saya berbicara seperti orang yang kehabisan bensin di tengah jalan. Ada kalimat yang terhenti karena saya lupa urutan penjelasan. Ada bagian yang terlalu cepat, ada bagian yang menggantung. Padahal tulisannya sudah saya siapkan, tinggal dibacakan dengan natural.</p>
<p>Masalahnya sederhana: membaca sambil bicara natural itu sulit kalau teksnya ada di kertas yang harus dibalik, atau di layar monitor yang posisinya tidak sejajar dengan kamera. Mata saya bolak-balik, dan bolak-balik itu terdengar di suara. Dari situlah ide prompter yang bisa dibuka di browser, dipasang tepat di bawah (atau di belakang) kamera, dengan teks yang bergerak pelan dan kecepatan yang bisa saya atur, muncul di kepala. Beberapa minggu kemudian, aplikasinya jadi dan sekarang jadi salah satu alat yang paling sering saya buka.</p>]]></description></item><item><title>Permainan yang Tidak Berakhir di Skor: Cerita di Balik GezyGames</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezygames-permainan-tidak-berakhir-di-skor/</link><pubDate>Wed, 28 Oct 2026 04:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezygames-permainan-tidak-berakhir-di-skor/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezygames-permainan-tidak-berakhir-di-skor/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Anak-anak saya di kelas delapan punya hubungan yang aneh dengan kata &ldquo;kuis&rdquo;. Mereka menggeliat kalau kuis itu ujian, tapi mata mereka langsung berbinar kalau kuis itu berbentuk permainan. Saya paham sekali. Saya juga begitu waktu kecil — di warung dekat sekolah dulu ada mesin game sederhana, dan saya bisa menghabiskan uang jajan cuma untuk mengalahkan rekor teman sendiri di satu permainan yang berulang-ulang. Sesuatu yang melelahkan kalau disebut latihan menjadi menyenangkan kalau disebut tantangan.</p>]]></description></item><item><title>Angka Salah yang Bisa Bercerita: Membaca Pola Kesalahan Siswa dari Hasil CBT</title><link>https://site.pakgun.web.id/ai-pola-kesalahan-cbt/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 09:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/ai-pola-kesalahan-cbt/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/ai-pola-kesalahan-cbt/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Koreksi ulangan harian bab bilangan berpangkat kemarin menghasilkan sesuatu yang tidak biasa. Dari tiga puluh dua lembar jawaban, dua puluh satu siswa salah di soal yang sama — soal nomor tujuh, tentang $(-2)^4$ berbanding $-2^4$. Saya berdiri di depan tumpukan kertas dan menyadari sesuatu yang sebenarnya sudah terjadi setiap kali koreksi, tapi jarang saya gali lebih dalam: kesalahan itu tidak tersebar acak. Mereka menggerombol. Ada kelompok yang salah di tanda, ada kelompok yang salah di urutan operasi, dan sisanya salah karena tergesa membaca soal.</p>
<p>Dulu, temuan seperti ini biasanya berhenti jadi keluhan di kepala saya sendiri. &ldquo;Cih, tanda masih ketukar-ketukar juga.&rdquo; Lalu pekan berikutnya saya mengajar ulang seluruh bab dari awal, padahal yang perlu diperbaiki cuma satu titik kebingungan. Mubazir — untuk saya, yang waktu terbatas, dan untuk siswa yang sudah paham sebagian besar materi tapi dipaksa mengulang semuanya.</p>
<p>Malam itu saya membuka GezyCBT dan berpikir: data jawaban salah ini sebenarnya sudah saya simpan berbulan-bulan. Tinggal saya tidak pernah membacanya sebagai satu kesatuan.</p>]]></description></item><item><title>Setiap Materi Punya Alamat Tetap: Cerita di Balik GezyMaterials</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezymaterials-materi-punya-alamat/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 07:47:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezymaterials-materi-punya-alamat/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezymaterials-materi-punya-alamat/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Bapak/Ibu guru matematika mungkin kenal situasi ini: jam pelajaran dimulai lima menit lagi, paket soal latihan harus dibagikan sekarang, tapi printer sekolah sedang antre dipakai guru lain. Atau lebih buruk: soal sudah jadi di komputer di rumah, tersimpan rapi, tapi pagi harinya lupa dibawa. Saya pernah dua-duanya, dan dua-duanya membuat saya akhirnya membangun satu aplikasi lagi untuk diri saya sendiri: GezyMaterials.</p>]]></description></item><item><title>Slide yang Bisa Diketik Sambil Jalan: Cerita di Balik GezySlide</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezyslide-slide-di-alamat-sendiri/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 09:15:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezyslide-slide-di-alamat-sendiri/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezyslide-slide-di-alamat-sendiri/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu rutinitas yang dulu menghabiskan tenaga saya setiap hari Rabu dan Kamis: memikul laptop dari ruang guru ke kelas delapan di lantai dua. Bukan laptop besar, tapi dengan charger, kabel HDMI yang ujungnya mulai lepas, dan satu USB berisi presentasi cadangan. Kalau ada kelas yang jadwalnya berurutan di lantai berbeda, saya yang naik-turun tangga dua kali. Rekan saya pernah menertawakan, &ldquo;Pak Gun itu kayak pendaki gunung, cuma gunungnya tangga sekolah.&rdquo;</p>
<p>Masalahnya bukan cuma lelah. Masalah sebenarnya adalah file.</p>]]></description></item><item><title>Mengapa Media Matematika Tidak Boleh Hanya Pengkali Tamu: Cerita di Balik GezyMath</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezymath-media-bukan-pengkali-tamu/</link><pubDate>Fri, 23 Oct 2026 23:50:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezymath-media-bukan-pengkali-tamu/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezymath-media-bukan-pengkali-tamu/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Suatu hari Selasa bulan lalu, saya sedang berjaga di lab komputer ketika jam pelajaran matematika kelas 8C masuk ke sesi praktik. Guru pengganti yang hari itu menjabat jam pelajaran saya meminta murid-murid untuk membuka sebuah situs &ldquo;media belajar matematika interaktif&rdquo; yang mereka temukan sendiri di internet. Saya yang kebetulan lewat melihat layar mereka: ada grafik bergerak, ada tombol warna-warni, ada bunyi &ldquo;correct!&rdquo; saat jawaban benar. Tapi sepuluh menit kemudian, yang saya lihat murid-muridnya sudah asyik bermain tombol warna dan bunyi saja, tanpa ada satu pun yang benar-benar memikirkan konsep koordinat yang sedang mereka &ldquo;pelajari&rdquo;.</p>]]></description></item><item><title>Soal yang Beracak Sendiri: Cerita di Balik Kuis Interaktif</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezykuis-soal-acak-umpan-balik-instan/</link><pubDate>Fri, 23 Oct 2026 01:14:41 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezykuis-soal-acak-umpan-balik-instan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezykuis-soal-acak-umpan-balik-instan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kalau Bapak/Ibu guru pernah mengawas kuis di kelas yang cukup ramai, mungkin akrab dengan pemandangan ini: satu siswa menunduk pelan ke arah teman sebangkunya, lalu dua lembar jawaban berjalan sejajar seperti kereta api. Pada kuis matematika, kejadian ini punya tingkat kesulitan tersendiri, karena menyalin jawaban hitungan itu mudah — angka akhirnya cuma satu, dan mencontek angka akhir tidak membutuhkan keberanian yang luar biasa.</p>]]></description></item><item><title>Malam Koreksi yang Panjang: Kenapa Saya Akhirnya Bangun GezyCBT</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezycbt-dari-koreksi-manual-ke-cbt/</link><pubDate>Thu, 22 Oct 2026 23:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezycbt-dari-koreksi-manual-ke-cbt/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezycbt-dari-koreksi-manual-ke-cbt/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Jam sembilan malam, meja makan di rumah sudah lama tidak berfungsi sebagai meja makan. Di atasnya ada dua tumpukan lembar jawaban ulangan tengah semester, pulpen merah, dan secangkir teh yang entah sudah dingin sejak kapan. Dua kelas, enam puluh empat siswa, sepuluh soal — delapan pilihan ganda dan dua uraian. Saya mulai koreksi sambil setengah menonton istrinya menyiapkan bekal besok, dan begitu sadar jam dinding sudah menunjukkan setengah dua belas.</p>]]></description></item><item><title>Suara yang Dulu Hilang di Karton: Cerita Multivote untuk Pemilihan Ketua OSIS</title><link>https://site.pakgun.web.id/gezymultivote-suara-murid-terhitung/</link><pubDate>Thu, 22 Oct 2026 13:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/gezymultivote-suara-murid-terhitung/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/gezymultivote-suara-murid-terhitung/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kalau Bapak/Ibu pernah jadi panitia pemilihan ketua OSIS, pasti kenal pemandangan ini: satu ruang kelas berubah jadi markas penghitungan. Kertas suara berhamburan, tiga guru duduk di meja panjang sambil sesekali berdebat, &ldquo;ini coretannya sah nggak ya?&rdquo;, dan pengumuman baru bisa dibacakan jam tujuh malam — sementara murid-murid sudah pulang dan kabarnya isu-isu mulai beredar di grup WhatsApp: <em>hasilnya dimanipulasi, katanya</em>.</p>]]></description></item><item><title>Membangun Aplikasi Pembelajaran Sendiri: Cerita di Balik GezyTech</title><link>https://site.pakgun.web.id/kenapa-membangun-aplikasi-sendiri/</link><pubDate>Wed, 21 Oct 2026 09:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/kenapa-membangun-aplikasi-sendiri/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/kenapa-membangun-aplikasi-sendiri/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di internet tersedia ribuan aplikasi pembelajaran siap pakai. Kuis ada, LMS ada, aplikasi ujian berbasis komputer ada — tinggal daftar, langsung jadi. Lalu muncul pertanyaan yang sering saya dengar dari rekan-rekan guru: kenapa seorang guru matematika di SMPN 1 Punggur ini rela begadang menulis kode, demi membuat aplikasi yang orang lain sudah jadi membuatnya?</p>]]></description></item></channel></rss>