<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fungsi - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/fungsi/</link><description>Fungsi - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 00:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/fungsi/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mesin Penjual Otomatis di Papan Tulis: Mengajar Fungsi dari Input dan Output untuk Kelas VIII</title><link>https://site.pakgun.web.id/mengajar-fungsi-mesin-penjual-otomatis/</link><pubDate>Tue, 03 Nov 2026 00:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/mengajar-fungsi-mesin-penjual-otomatis/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/mengajar-fungsi-mesin-penjual-otomatis/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Tahun pertama saya mengajar fungsi, saya membukanya dengan definisi. &ldquo;Fungsi adalah relasi khusus yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B.&rdquo; Saya menulisnya rapi di papan tulis, anak-anak menyalinnya rapi di buku, lalu ulangan datang dan hasilnya berantakan. Mereka hafal kalimatnya, tetapi tidak paham maksudnya. Sejak itu saya mengubah urutannya: saya mulai dari benda yang mereka kenal, dan definisinya baru kami rumuskan bersama di akhir pelajaran.</p>
<p>Benda itu adalah mesin penjual otomatis. Saya menggambarnya di papan tulis: sebuah kotak besar, satu lubang untuk memasukkan koin, satu tombol, dan satu lubang tempat minuman keluar. Lalu saya bertanya, &ldquo;Kalau kita memasukkan koin lima ribu dan menekan tombol teh botol, apa yang keluar?&rdquo; Serentak mereka menjawab, &ldquo;Teh botol, Pak.&rdquo; Pertanyaan berikutnya yang lebih penting: &ldquo;Bisakah dari satu tombol yang sama keluar dua minuman yang berbeda?&rdquo; Mereka tertawa. &ldquo;Tidak bisa, Pak, nanti yang jualan rugi.&rdquo; Di situlah fungsi mulai masuk akal.</p>]]></description></item><item><title>Dua Himpunan, Satu Panah: Menggambar Diagram Panah Relasi dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-panah-relasi-fungsi/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 16:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-panah-relasi-fungsi/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-diagram-panah-relasi-fungsi/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas VIII, saat bab relasi dan fungsi, saya meminta siswa menggambar diagram panah dari sebuah relasi sederhana: empat anak dan hobi mereka. Hasilnya bermacam-macam. Ada yang menggambar panah dari kanan ke kiri, ada yang panahnya bersilangan seperti benang kusut, dan ada yang menggambar satu oval saja lalu menulis semua nama di dalamnya. Ketika saya bertanya, &ldquo;Yang mana domainnya?&rdquo; jawabannya ragu-ragu, karena gambarnya sendiri tidak menjawab pertanyaan itu.</p>
<p>Masalahnya bukan pada konsep relasinya. Siswa sudah paham bahwa Rani gemar membaca dan Sinta gemar menari. Masalahnya ada pada gambarnya: diagram panah yang buruk menyembunyikan aturan yang sebenarnya sudah mereka pahami. Maka malam harinya saya menggambar ulang diagram itu dengan TikZ, dengan tiga aturan yang saya pegang teguh: domain selalu di kiri, kodomain selalu di kanan, dan panah hanya berjalan dari kiri ke kanan. Tulisan ini adalah catatan cara membuatnya.</p>]]></description></item></channel></rss>