<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FPB - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/fpb/</link><description>FPB - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/fpb/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Tangga FPB dan KPK: Metode Anak Tangga yang Digambar Jujur dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-tangga-fpb-kpk/</link><pubDate>Mon, 02 Nov 2026 20:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-tangga-fpb-kpk/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-tangga-fpb-kpk/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu momen yang saya ingat banget dari kelas VII tahun lalu. Kami sedang mencari FPB dan KPK dari 24 dan 36. Seorang siswa — sebut saja Rani — mengangkat tangan dan bilang, &ldquo;Pak, saya sudah paham pohon faktornya. Tapi pas kata Bapak &lsquo;ambil yang sama, taruh kiri; ambil sisanya, taruh bawah&rsquo;, saya bingung mana yang kiri mana yang bawah.&rdquo;</p>
<p>Pertanyaan itu membuat saya diam sebentar. Karena sebenarnya Rani benar: di papan tulis, metode anak tangga — atau ada yang menyebutnya metode tangga, metode bersusun, atau &ldquo;tangga&rdquo; ala buku LKS — memang tampak mudah ketika saya yang menulisnya. Tetapi ketika siswa menyalinnya ke buku, tulisan tangan mereka sering miring: faktor persekutuan tidak sejajar, sisa faktor luntur ke kolom yang salah, dan akhirnya mereka mengalikan angka yang keliru. Jawaban salahnya bukan karena tidak paham konsep, melainkan karena <em>tulisannya berbohong</em>.</p>]]></description></item></channel></rss>