<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diferensiasi - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/diferensiasi/</link><description>Diferensiasi - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 08:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/diferensiasi/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Satu Soal, Lima Tingkat: Meminta AI Mengubah Soal yang Sama untuk Kelas yang Berbeda</title><link>https://site.pakgun.web.id/satu-soal-lima-tingkat-ai-diferensiasi/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 08:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/satu-soal-lima-tingkat-ai-diferensiasi/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/satu-soal-lima-tingkat-ai-diferensiasi/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas saya ada murid yang menyelesaikan soal dalam tiga menit lalu menatap langit-langit sambil menunggu teman-temannya, dan ada murid yang masih membaca soal yang sama ketika bel hampir berbunyi. Dulu saya mencoba mengatasi keadaan itu dengan membuat soal yang berbeda-beda untuk kelompok yang berbeda. Niatnya baik, hasilnya melelahkan: satu malam habis hanya untuk menyiapkan latihan, dan keesokan harinya saya mengajar dengan kepala yang sudah lelah duluan.</p>
<p>Belakangan saya mengubah cara itu. Saya tidak lagi membuat lima perangkat soal dari nol. Saya membuat satu soal induk yang baik, lalu meminta AI mengubahnya menjadi lima tingkat kesulitan. Bukan supaya AI yang mengajar, melainkan supaya saya punya bahan diferensiasi tanpa begadang — dan waktu saya bisa kembali dipakai untuk hal yang tidak bisa dikerjakan AI, yaitu mengamati murid satu per satu.</p>]]></description></item><item><title>Lima Menit Tambahan untuk Danu: Memberi Waktu pada Anak yang Lambat Tapi Tetap Jalan</title><link>https://site.pakgun.web.id/lima-menit-tambahan-untuk-anak-yang-lambat/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 20:20:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/lima-menit-tambahan-untuk-anak-yang-lambat/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/lima-menit-tambahan-untuk-anak-yang-lambat/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Lembar ulangan terakhir yang saya terima kemarin adalah milik Danu, kelas VII. Bukan karena namanya paling atas, tapi karena memang selalu begitu: tiga puluh menit setelah teman-temannya selesai, Danu masih menunduk menghitung. Ketika saya dekati, tangannya masih bergerak — bukan bingung, bukan menggambar di pinggir kertas, tapi benar-benar menghitung, pelan, satu langkah satu langkah.</p>]]></description></item></channel></rss>