<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diagram Batang - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/diagram-batang/</link><description>Diagram Batang - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2026 17:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/diagram-batang/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menggambar Diagram Batang yang Bisa Dipercaya: TikZ untuk Data Kelas</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-batang-data-kelas/</link><pubDate>Sun, 25 Oct 2026 17:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-batang-data-kelas/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-diagram-batang-data-kelas/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Materi statistika di kelas delapan selalu saya buka dengan kegiatan sederhana: mengumpulkan data dari siswa sendiri. Semester lalu saya meminta mereka mengumpulkan data tinggi seluruh anggota kelompok, lalu kita rangkum jadi tabel frekuensi. Tahun ini saya pakai data yang lebih dekat dengan keseharian mereka: nilai ulangan harian kelas VII-B. Datanya saya kelompokkan ke interval 41&ndash;50 sampai 81&ndash;90, dan frekuensinya jadi: 4, 7, 12, 9, dan 3.</p>
<p>Masalah muncul saat saya minta mereka menggambar diagram batangnya di buku. Yang pertama sumbu tegaknya dibuat &ldquo;kira-kira&rdquo; — frekuensi 12 digambar dua kali lebih tinggi dari frekuensi 4, padahal seharusnya tiga kali. Yang kedua jarak antarbatangnya tidak seragam: batang pertama dan kedua berdempetan, batang ketiga dan keempat terpisah jauh. Yang ketiga justru paling menarik: dia menggambar batangnya bagus dan rapi, tapi lupa memberi skala pada sumbu tegak sama sekali. Ketika saya tanya berapa tinggi batang ketiga, dia jawab, &ldquo;Dua belas, Pak. Kan tulis di atasnya.&rdquo;</p>]]></description></item><item><title>Dari Satu Tabel ke Dua Diagram: Menggambar Diagram Batang dan Garis dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-batang-garis-statistika/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 00:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-batang-garis-statistika/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-diagram-batang-garis-statistika/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kemarin saya menulis tentang diagram lingkaran yang bisa berbohong kalau sektornya digambar asal-asalan — dan tentang kebiasaan baru saya: menghitung sudutnya dulu dengan TikZ sebelum menggambarnya. Artikel itu saya anggap sebagai pembuka seri. Hari ini saya melanjutkannya ke dua diagram yang paling sering muncul di buku siswa SMP: diagram batang dan diagram garis.</p>
<p>Data yang saya pakai nyata, hasil survei kecil di kelas 8C pekan lalu. Saya hanya bertanya satu pertanyaan: &ldquo;Kalian berangkat ke sekolah naik apa?&rdquo; Hasilnya: jalan kaki 8 anak, sepeda 6 anak, diantar orang tua 14 anak, dan angkutan umum 4 anak. Total 32 anak — pas satu kelas, tidak perlu dibulatkan, tidak perlu dikarang.</p>]]></description></item></channel></rss>