<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boxplot - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/boxplot/</link><description>Boxplot - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 05:10:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/boxplot/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Kotak yang Bercerita: Menggambar Boxplot Data Kelas dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-kotak-garis-boxplot/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 05:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-diagram-kotak-garis-boxplot/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-diagram-kotak-garis-boxplot/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Materi statistika di kelas delapan punya satu diagram yang selalu bikin saya deg-degan setiap harus mengajarkannya: boxplot. Di buku, dia disebut diagram kotak-garis, dan saya paham kenapa. Diagram ini memang cuma kotak dengan dua garis kumis di kirinya dan kanannya. Tapi di balik bentuk yang sederhana itu, ada lima angka yang harus dihitung dulu: nilai minimum, kuartil bawah $Q_1$, median, kuartil atas $Q_3$, dan nilai maksimum. Siswa yang menggambar kotaknya tanpa menghitung lima angka itu sebenarnya sedang menggambar sesuatu yang tidak bercerita apa-apa.</p>]]></description></item></channel></rss>