<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Blog - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/blog/</link><description>Blog - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2026 01:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/blog/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Rumah untuk Tulisan-Tulisan Saya: Cerita di Balik Blog GezyTech</title><link>https://site.pakgun.web.id/cerita-di-balik-blog-gezytech/</link><pubDate>Mon, 02 Nov 2026 01:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/cerita-di-balik-blog-gezytech/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/cerita-di-balik-blog-gezytech/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Malam itu saya menutup dokumen yang isinya tiga artikel setengah jadi. Semuanya tersimpan di folder yang namanya &ldquo;baru&rdquo; — dan memang baru, karena saya sendiri lupa kapan terakhir menyentuhnya. Ada tulisan tentang cara saya mengajarkan pecahan, ada coretan tentang soal yang pernah bikin kelas VII heboh, ada juga rangkuman refleksi yang niatnya mau dikirim ke rekan sejawat tapi tak pernah selesai. Ketiganya tidur rapi di laptop, sehat-sehat saja, tapi tidak pernah bertemu siapa pun.</p>
<p>Di titik itu saya sadar sesuatu yang agak memalukan: saya yang setiap hari mengajak siswa menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas, ternyata punya tumpukan karya yang tidak pernah saya selesaikan penerbitannya. Bukan karena malas menulis — menulis justru bagian yang paling saya nikmati. Tetapi tulisan yang hanya tinggal di folder &ldquo;baru&rdquo; itu beda kelas dengan tulisan yang punya alamat.</p>]]></description></item></channel></rss>