<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Binomial - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/binomial/</link><description>Binomial - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 19:40:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/binomial/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Segitiga Pascal yang Tumbuh dari Angka Satu: Menggambar Pola Penjumlahan dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-segitiga-pascal/</link><pubDate>Tue, 03 Nov 2026 19:40:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-segitiga-pascal/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-segitiga-pascal/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas VIII, topik pola bilangan biasanya saya tutup dengan satu pertanyaan yang suka membuat kelas hening: &ldquo;Kalau saya tuliskan angka satu di puncak, terus di bawahnya dua angka satu lagi, dan seterusnya — angka di dalam segitiga ini berasal dari mana?&rdquo; Ada yang menjawab &ldquo;pola, Bu&rdquo;, ada yang bilang &ldquo;dikalikan dua&rdquo;, dan ada yang sengaja diam karena tidak yakin. Diamnya itu justru kesempatan. Karena segitiga Pascal memang bukan soal menghafal baris berikutnya, tapi soal melihat bahwa setiap angka adalah <strong>hasil penjumlahan dua angka tepat di atasnya</strong>.</p>]]></description></item></channel></rss>