<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bilangan Irasional - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/bilangan-irasional/</link><description>Bilangan Irasional - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2026 16:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/bilangan-irasional/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mengapa √2 Tidak Bisa Ditulis sebagai Pecahan? Pendalaman Bilangan Irasional</title><link>https://site.pakgun.web.id/pendalaman-mengapa-akar-dua-bukan-pecahan/</link><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 16:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/pendalaman-mengapa-akar-dua-bukan-pecahan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/pendalaman-mengapa-akar-dua-bukan-pecahan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas VIII saya, kami sedang menghitung sisi miring segitiga siku-siku. Saya menggambar segitiga yang kedua sisi tegaknya sama-sama 1 satuan, lalu bertanya, &ldquo;Berapa panjang sisi miringnya?&rdquo; Seorang murid menjawab cepat, &ldquo;Akar dua, Pak.&rdquo; &ldquo;Berapa nilainya?&rdquo; tanya saya lagi. Ia menekan kalkulator, lalu membaca, &ldquo;Satu koma empat satu empat dua&hellip;&rdquo; Lalu ia berhenti dan menatap saya. &ldquo;Pak, ujungnya di mana?&rdquo;</p>
<p>Pertanyaan itu lebih dalam dari yang ia kira. Hari itu kelas saya menemukan bahwa ada bilangan yang tidak bisa ditulis sebagai pecahan, sekeras apa pun kita mencarinya. Artikel ini adalah pendalaman dari materi bilangan yang sudah kita pelajari sebelumnya: kalau kemarin kita berlatih membedakan bilangan rasional dan irasional, hari ini kita membuktikan sendiri mengapa $\sqrt{2}$ tidak akan pernah sama dengan pecahan mana pun, dan mengapa kepastian itu justru membebaskan.</p>]]></description></item></channel></rss>