<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Datar - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/bangun-datar/</link><description>Bangun Datar - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2026 19:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/bangun-datar/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Satu Guntingan, Setengah Luas: Mengajar Luas Segitiga dari Potongan Kertas untuk Kelas VII</title><link>https://site.pakgun.web.id/mengajar-luas-segitiga-potongan-kertas/</link><pubDate>Tue, 03 Nov 2026 08:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/mengajar-luas-segitiga-potongan-kertas/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/mengajar-luas-segitiga-potongan-kertas/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Tahun pertama saya mengajar luas segitiga, saya membukanya dengan rumus. Saya menulis $L = \frac{1}{2} \times a \times t$ di papan tulis, menjelaskan bahwa $a$ adalah alas dan $t$ adalah tinggi, lalu memberi soal latihan. Anak-anak menyalin rumusnya dengan rapi. Tetapi ketika ulangan datang, jawabannya berantakan: ada yang lupa mengalikan setengah, ada yang memakai sisi miring sebagai tinggi, dan ada yang menulis satuannya sentimeter, bukan sentimeter persegi. Rumusnya hafal, alasannya tidak pernah mereka lihat.</p>
<p>Sejak itu saya mengubah urutannya. Saya tidak lagi mulai dari rumus, melainkan dari selembar kertas. Di awal pelajaran saya meminta setiap kelompok menyiapkan satu lembar kertas berbentuk persegi panjang, penggaris, dan gunting. Pelajaran dimulai bukan dengan mencatat, melainkan dengan menggunting.</p>]]></description></item><item><title>Luas Jajargenjang yang Ditemukan dengan Memotong: TikZ untuk Rumus yang Tidak Lalu Diturunkan</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-luas-jajargenjang-memotong/</link><pubDate>Tue, 03 Nov 2026 19:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-luas-jajargenjang-memotong/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-luas-jajargenjang-memotong/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Di kelas VII, rumus luas jajargenjang adalah salah satu rumus yang paling cepat &ldquo;sampai&rdquo; dan paling cepat mati. Cepat sampai karena bentuknya ringan: $L = a \times t$, dua huruf saja, lebih pendek dari rumus trapesium. Cepat mati karena dua huruf itu mudah sekali terlepas dari maknanya. Tahun lalu, saat saya memberi soal jajargenjang dengan alas 12 cm dan sisi miring 9 cm, hampir seperempat kelas menghitung $12 \times 9$. Mereka tidak sembarangan — mereka hafal bahwa &ldquo;luas itu alas dikali sisi miring&rdquo;. Angka 12 dan 9 tersedia, jadi dikalikan.</p>]]></description></item><item><title>Dua Diagonal yang Berpotongan Tegak Lurus: Menggambar Belah Ketupat dan Layang-Layang dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-belah-ketupat-layang-layang/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 09:00:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-belah-ketupat-layang-layang/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-belah-ketupat-layang-layang/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Minggu lalu saya memberi soal hitung luas belah ketupat. Soalnya sederhana: diagonal-diagonalnya 10 cm dan 8 cm, berapa luasnya? Di lembar itu saya sertakan gambar belah ketupat yang saya buat cepat di pengolah kata — dan di gambar itulah masalah muncul. Seorang siswa, saya sebut Nadia, datang ke meja saya sambil membawa lembar soalnya.</p>
<p>&ldquo;Pak, ini kok kelihatannya layang-layang?&rdquo; Saya menengok gambarnya. Benar pula. Belah ketupat yang saya buat itu punya sisi yang panjangnya tidak sama — dua sisi atas terlihat lebih pendek daripada dua sisi bawah. Yang saya maksud belah ketupat justru tampak seperti layang-layang. Nadia lalu menambahkan pertanyaan yang lebih menyakitkan: &ldquo;Kalau bentuknya salah, diagonalnya masih lurus nggak, Pak?&rdquo;</p>]]></description></item><item><title>Dua Garis yang Tak Pernah Bertemu: Menggambar Jajargenjang dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-jajargenjang/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 12:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-jajargenjang/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-jajargenjang/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Minggu lalu saya mengajar luas jajargenjang di kelas VII. Seperti biasa, saya buka dengan pertanyaan: &ldquo;Kalau jajargenjang ini dipotong sedikit di kiri dan ditempel di kanan, jadi bangun apa?&rdquo; Anak-anak menjawab serempak, &ldquo;Persegi panjang, Pak!&rdquo; Bagus, konsep luasnya sampai.</p>
<p>Lalu saya menunjukkan gambar jajargenjang di lembar soal yang saya buat sendiri. Seorang siswa, saya sebut Nadia, mengukurnya dengan penggaris. &ldquo;Pak, sisi kiri dan kanannya beda panjang. Yang atas 5 cm, yang bawah 6 cm. Terus kok disebut jajargenjang?&rdquo;</p>
<p>Saya mengambil gambar itu dan mengukur sendiri. Nadia benar. Sisi kiri yang saya gambar miring agak landai, sisi kanan miring agak tegak. Panjangnya memang tidak sama. Di pikiran saya kedua sisi itu &ldquo;sejajar dan sama panjang&rdquo; karena memang niatnya begitu — tapi tangan saya yang menggambar dengan mata saja, tanpa koordinat, berbohong. Bangun itu bukan jajargenjang; dia cuma segiempat yang mirip.</p>]]></description></item><item><title>Garis Singgung Persekutuan yang Jujur: Menggambar Dua Lingkaran dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/garis-singgung-persekutuan-dua-lingkaran-tikz/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 09:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/garis-singgung-persekutuan-dua-lingkaran-tikz/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/garis-singgung-persekutuan-dua-lingkaran-tikz/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu materi di kelas VIII yang setiap tahun selalu membuat papan tulis saya berantakan: garis singgung persekutuan dua lingkaran. Bukan karena materinya sulit secara konsep, tapi karena menggambarnya dengan tangan itu luar biasa tipis selisihnya antara &ldquo;benar&rdquo; dan &ldquo;hampir benar&rdquo;. Garis yang saya maksud menyinggung, dalam gambar saya, hampir selalu memotong sedikit di ujungnya. Siswa yang jeli pasti menyahut, &ldquo;Pak, garisnya nembus, tuh.&rdquo; Dan mereka benar.</p>
<p>Pernah suatu hari saya menggambar dua lingkaran di papan — yang besar di kiri, yang kecil di kanan — lalu menyenggolkan penggaris dari atas lingkaran besar ke atas lingkaran kecil. Saya gambar, saya lihat, dan saya diam sebentar. Garis itu memotong lingkaran besar di dua titik, bukan menyinggung. Anak-anak tertawa. Saya ikut tertawa, lalu saya bilang, &ldquo;Nah, justru ini pelajarannya. Kalau menggambar saja susah seakurat ini, bagaimana kalau kita serahkan ke komputer yang bisa menghitung?&rdquo;</p>]]></description></item><item><title>Dua Sisi yang Setia Sejajar: Menggambar Trapesium dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-trapesium-sisi-sejajar/</link><pubDate>Fri, 30 Oct 2026 03:45:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-trapesium-sisi-sejajar/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-trapesium-sisi-sejajar/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kemarin saya membagikan lembar soal bangun datar untuk kelas VII. Salah satu soalnya sederhana: hitung luas trapesium pada gambar. Trapesiumnya saya gambar sendiri, cepat-cepat, langsung di pengolah kata. Panjang sisi sejajarnya 12 cm dan 8 cm, tingginya 6 cm. Rapi, menurut saya.</p>
<p>Belum lima menit lembaran beredar, seorang siswa — selanjutnya saya sebut Bagas — mengangkat tangan. &ldquo;Pak, ini kok sisinya miring dua-duanya ya? Mana yang sejajar?&rdquo;</p>
<p>Saya mendekat dan melihat gambar itu. Benar. Trapesium yang saya buat asal-asalan itu punya sisi atas yang miring sedikit ke kiri, dan sisi bawah yang miring sedikit juga — ke arah yang sama. Tidak ada sepasang sisi di gambar itu yang benar-benar sejajar. Secara rumus, luasnya tetap bisa dihitung karena angkanya sudah ditulis. Tapi secara penglihatan, gambar itu berbohong tentang sifat bangunnya sendiri.</p>]]></description></item><item><title>Enam Segitiga Sama Sisi dalam Satu Lingkaran: Menggambar Segi Banyak Beraturan dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-segi-banyak-beraturan/</link><pubDate>Wed, 28 Oct 2026 06:05:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-segi-banyak-beraturan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-segi-banyak-beraturan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Materi segi banyak beraturan di kelas VII biasanya saya tutup dengan tugas menggambar: &ldquo;Buatlah segi lima beraturan dan segi enam beraturan!&rdquo; Pekan lalu, saat saya berkeliling memeriksa pekerjaan di meja, saya berhenti di bangku Rani. Segi enam yang dia gambar tampak rapi, tinta rata, garis tebal percaya diri. Tetapi ketika saya letakkan kertas di bawah penggaris dan ukur sisinya satu per satu, ada sisi sepanjang 2,8 cm ada pula yang hanya 2,3 cm. &ldquo;Bukankah ini segi enam beraturan, Pak?&rdquo; tanyanya. Dia benar-benar yakin. Dan jujur saja, kalau tidak diukur, gambar itu memang terlihat benar.</p>]]></description></item></channel></rss>