<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aplikasi Web - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/aplikasi-web/</link><description>Aplikasi Web - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2026 06:45:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/aplikasi-web/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Jurnal Mengajar yang Pindah ke Layar: Cerita di Balik Teach</title><link>https://site.pakgun.web.id/jurnal-mengajar-digital-teach/</link><pubDate>Sun, 25 Oct 2026 06:45:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/jurnal-mengajar-digital-teach/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/jurnal-mengajar-digital-teach/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kalau Bapak/Ibu guru pernah ditanya kepala sekolah atau pengawas, &ldquo;Coba tunjukkan jurnal mengajarnya?&rdquo;, saya yakin banyak dari kita yang langsung buru-buru membuka lemari, mencari satu-satu buku tulis yang dimulai semangat di Juli lalu perlahan jadi tipis catatannya di September, lalu nyaris kosong menjelang ujian. Saya dulu persis begitu. Dan artikel ini adalah cerita kenapa jurnal mengajar saya sekarang tinggal di sebuah aplikasi web bernama Teach — yang, lagi-lagi, saya bangun sendiri.</p>]]></description></item></channel></rss>