<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aljabar - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/aljabar/</link><description>Aljabar - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 09:10:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/aljabar/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Mengajar Bentuk Aljabar dari Kotak Misteri dan Kantong Kelereng</title><link>https://site.pakgun.web.id/aljabar-kotak-misteri-kelereng/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 09:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/aljabar-kotak-misteri-kelereng/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/aljabar-kotak-misteri-kelereng/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu hari yang tidak akan saya lupakan: kelas VII saya diam-diam menyebut aljabar &ldquo;pelajaran huruf-huruf aneh&rdquo;. Ketika papan tulis berisi $3x + 5 = 20$, ada yang berbisik, &ldquo;Pak, kok angka digabung huruf?&rdquo; Beberapa memang terbiasa, tapi yang diam diam-diam di kursi belakang justru itu yang saya cemas. Mereka bukan tidak mampu — mereka tidak melihat <em>maksudnya</em>.</p>]]></description></item><item><title>Dua Garis yang Bertemu di Satu Titik: Menggambar SPLDV dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-spldv-titik-potong-dua-garis/</link><pubDate>Tue, 27 Oct 2026 09:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-spldv-titik-potong-dua-garis/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-spldv-titik-potong-dua-garis/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu momen yang saya tunggu-tunggu setiap kali mengajar sistem persamaan linear dua variabel. Bukan saat siswa berhasil memakai eliminasi dengan rapi, bukan juga saat mereka hafal langkah substitusi. Momen yang saya tunggu adalah detik ketika sebuah anak melihat gambar dua garis yang berpotongan, lalu berkata pelan, &ldquo;Oh, jadi jawabannya itu ya titiknya?&rdquo;</p>
<p>Anak yang mengatakan itu tahun lalu bernama Rani. Ia duduk di bangunan ketiga dari depan, tipe siswa yang rajin mencatat tapi sering bingung untuk apa semua langkah itu dilakukan. Ketika saya menggambar dua garis di papan dan menandai titik temu mereka dengan lingkaran, Rani mendongak dan wajahnya berubah. Dari hitungan yang &ldquo;dikerjakan karena disuruh&rdquo; menjadi sesuatu yang kelihatan.</p>]]></description></item><item><title>Perkalian Bentuk Aljabar lewat Blok Luas: TikZ yang Jujur pada Tiling</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-blok-aljabar-perkalian-bentuk-aljabar/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 21:15:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-blok-aljabar-perkalian-bentuk-aljabar/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-blok-aljabar-perkalian-bentuk-aljabar/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Saya masih ingat pertanyaan seorang siswa tahun lalu saat bab perkalian bentuk aljabar. Saya baru saja menggambar persegi panjang di papan tulis, membaginya menjadi beberapa bagian, lalu menulis $(x+2)(x+3) = x^2 + 5x + 6$ di bawahnya dengan nada bangga. Dia mengangkat tangan dan bertanya, &ldquo;Pak, kok kotak yang tulisannya $x^2$ sama kotak yang tulisannya $x$ kelihatannya sama besar?&rdquo; Dan memang demikian. Papan tulis saya tidak punya penggaris yang cukup sabar, jadi kotak $x^2$ yang seharusnya jauh lebih besar hanya jadi kira-kira sama dengan kotak satuan di sebelahnya.</p>]]></description></item><item><title>Timbangan yang Menyelesaikan Persamaan Linear: Menggambar Model Keseimbangan dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-timbangan-persamaan-linear/</link><pubDate>Sun, 25 Oct 2026 23:40:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-timbangan-persamaan-linear/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-timbangan-persamaan-linear/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Bab persamaan linear selalu saya buka dengan pertanyaan yang sama: &ldquo;kalau satu kantong misteri ditambah satu batu seberat satu gram, beratnya sama dengan delapan gram — berapa isi kantong itu?&rdquo; Siswa kelas tujuh umumnya langsung menjawab tujuh. Yang membuat saya waswas justru bukan jawabannya, tapi gambar yang saya pakai untuk menunjukkannya. Dulu saya menggambar timbangan di papan tulis dengan garis yang miring dan lengan yang jelas-jelas tidak seimbang — sementara inti pelajarannya adalah <em>keseimbangan</em>.</p>]]></description></item><item><title>Tanda Sama dengan yang Menipu: Miskonsepsi di Balik Satu Tanda yang Sering Dianggap Sepele</title><link>https://site.pakgun.web.id/tanda-sama-dengan-yang-menipu/</link><pubDate>Sun, 25 Oct 2026 00:38:38 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tanda-sama-dengan-yang-menipu/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tanda-sama-dengan-yang-menipu/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu tanda yang paling sering ditulis siswa saya sepanjang tahun ajaran, tapi mungkin paling jarang kita pikirkan maknanya: tanda sama dengan. Dua garis pendek, sederhana, nampaknya tidak ada yang perlu dijelaskan. Sama artinya sama, toh.</p>
<p>Tahun lalu saya berubah pikiran. Pemicunya sederhana: saya meminta siswa kelas 7 menyederhanakan $3x + 5 - x + 2$. Satu anak menjawab $3x + 5 - x + 2 = 2x + 7 = 10x$. Ketika saya tanya di papan, &ldquo;Dari mana $10x$-nya?&rdquo;, dia menjawab dengan mantap, &ldquo;Dikalikan, Pak. 2 kali 7.&rdquo; Buat dia, tanda sama dengan itu bukan pernyataan bahwa dua hal bernilai sama — dia lebih mirip tombol &ldquo;proses selanjutnya&rdquo;, seperti tombol sama dengan di kalkulator.</p>]]></description></item><item><title>Dari Angka ke Huruf: Miskonsepsi Pertama Siswa Saat Bertemu Aljabar</title><link>https://site.pakgun.web.id/dari-angka-ke-huruf-aljabar-pertama/</link><pubDate>Fri, 23 Oct 2026 09:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/dari-angka-ke-huruf-aljabar-pertama/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/dari-angka-ke-huruf-aljabar-pertama/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kalau ditanya bagian mana dari matematika SMP yang paling bikin wajah murid saya berubah — dari semangat jadi bingung — jawabannya bukan trigonometri, bukan juga statistika. Jawabannya: pertemuan pertama dengan huruf.</p>
<p>Di kelas VII, biasanya sekitar bulan November, kami sampai ke bab aljabar. Sebelum bab itu, matematika mereka adalah dunia angka. Empat kali tiga sama dengan dua belas, jelas, beres, bisa dihitung dengan jari kalau terdesak. Lalu tiba-tiba saya menulis di papan: $3x + 5 = 20$. Dan dunia mereka runtuh sedikit.</p>
<p>Tahun ini saya memutuskan untuk tidak langsung memberi aturan. Saya ingin mendengar dulu apa yang sebenarnya terjadi di kepala mereka. Yang saya temukan justru mengajari saya lebih banyak daripada yang saya harapkan.</p>]]></description></item></channel></rss>