<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AKM - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/akm/</link><description>AKM - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 14:45:06 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/akm/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Soal Cerita yang Tidak Lagi Langsung Menunjuk Angka</title><link>https://site.pakgun.web.id/soal-cerita-tanpa-angka-instan/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 14:45:06 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/soal-cerita-tanpa-angka-instan/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/soal-cerita-tanpa-angka-instan/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu momen yang tidak akan saya lupakan dari kelas VII-B tahun lalu. Saya baru saja membagikan lembar soal cerita tentang harga beras dan uang saku. Sebelum lembar itu benar-benar sampai ke meja terakhir, sudah ada suara dari barisan depan: &ldquo;Pak Gun, ini rumusnya persen atau diskon?&rdquo; Padahal mereka belum membaca satu kalimat pun.</p>
<p>Saya diam sejenak, lalu sadar sesuatu yang agak memalukan bagi saya sendiri: soal-soal cerita yang selama ini saya buat ternyata punya pola yang terlalu sopan. Angka selalu muncul di kalimat tertentu, pertanyaannya selalu di akhir, dan operasi yang diminta hampir selalu bisa ditebak dari kata kunci. &ldquo;Total&rdquo; berarti jumlah, &ldquo;sisa&rdquo; berarti kurang, &ldquo;tiap&rdquo; berarti kali atau bagi. Siswa saya bukan membaca soal — mereka memindai soal, mencari angka, menebak operasi, berhenti.</p>]]></description></item></channel></rss>