<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AI Untuk Guru - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/ai-untuk-guru/</link><description>AI Untuk Guru - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 20:01:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/ai-untuk-guru/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Prompt yang Saya Simpan: Arsip Kecil yang Membuat AI Lebih Konsisten di Kelas Saya</title><link>https://site.pakgun.web.id/arsip-prompt-ai-kelas-konsisten/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 20:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/arsip-prompt-ai-kelas-konsisten/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/arsip-prompt-ai-kelas-konsisten/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Suatu hari saya meminta AI membuatkan lima soal latihan tentang perbandingan senilai untuk kelas VII. Hasilnya bagus: soalnya bertahap, bahasanya sederhana, dan satu soal memakai konteks kantin sekolah yang langsung dikenali murid. Seminggu kemudian saya meminta hal yang sama, dengan kata-kata yang menurut saya sama persis, dan hasilnya jauh berbeda. Soalnya melompat terlalu cepat ke yang sulit, konteksnya asing, dan saya harus mengedit hampir semuanya sebelum bisa dipakai.</p>
<p>Saya sempat mengira AI-nya sedang tidak konsisten. Padahal yang tidak konsisten adalah saya: permintaan pertama saya tulis sambil mengingat kelas yang baru saja saya ajar, permintaan kedua saya ketik terburu-buru di sela jam istirahat, tanpa konteks kelas dan tanpa jenjang soal. AI hanya menjawab sesuai apa yang saya berikan.</p>]]></description></item><item><title>Di Kelas Saya, AI Boleh Dipakai untuk Bertanya, Bukan untuk Menyalin</title><link>https://site.pakgun.web.id/ai-boleh-bertanya-bukan-menyalin-kesepakatan-kelas/</link><pubDate>Thu, 29 Oct 2026 00:01:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/ai-boleh-bertanya-bukan-menyalin-kesepakatan-kelas/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/ai-boleh-bertanya-bukan-menyalin-kesepakatan-kelas/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Awalnya saya menemukan masalah ini bukan dari pengakuan murid, melainkan dari pekerjaan rumah yang terlalu rapi. Suatu pagi saya memeriksa PR persamaan linear satu variabel, dan ada beberapa lembar yang jawabannya lengkap sampai ke langkah terakhir, dengan kalimat penjelasan yang teratur dan tanda baca yang sempurna. Saya senang sesaat, sampai saya memanggil pemilik salah satu lembar itu ke depan dan memintanya mengerjakan soal yang hampir sama di papan tulis. Ia terdiam. Ia tidak bisa memulai, bahkan untuk langkah pertama yang di kertasnya tertulis begitu meyakinkan.</p>
<p>Saya tidak marah saat itu, tetapi saya pulang dengan pertanyaan yang mengganjal. Kalau saya hanya melarang AI, masalahnya tidak selesai, karena di rumah murid tetap bisa mengaksesnya tanpa saya lihat. Kalau saya membiarkan begitu saja, yang saya nilai bukan lagi pemahaman, melainkan kerapian salinan. Di antara melarang dan membiarkan, saya merasa ada jalan ketiga: kesepakatan yang jelas, dibuat bersama murid, tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan AI.</p>]]></description></item></channel></rss>