<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AI Dalam Pendidikan - Label - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/tags/ai-dalam-pendidikan/</link><description>AI Dalam Pendidikan - Label - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 01:35:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/tags/ai-dalam-pendidikan/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Lingkaran yang Tertutup: Ketika Data CBT dan Jurnal Mengajar Akhirnya Bertemu</title><link>https://site.pakgun.web.id/lingkaran-umpan-balik-cbt-jurnal-ai/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 01:35:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/lingkaran-umpan-balik-cbt-jurnal-ai/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/lingkaran-umpan-balik-cbt-jurnal-ai/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Minggu lalu saya mengalami satu momen yang sebenarnya sudah lama saya cari: seluruh data mengajar saya untuk pertama kalinya saling berbicara. Bukan secara puitis, tetapi secara harfiah. Hasil ulangan CBT kelas VIII menunjukkan satu butir soal tentang penjumlahan bentuk aljabar dijawab benar hanya oleh 31% siswa. Di layar sebelah, jurnal mengajar saya untuk kelas yang sama, minggu yang sama, tercatat satu kalimat refleksi pendek: <em>“Saya buru-buru hari itu, contoh hanya dua, langsung latihan kelompok.”</em></p>
<p>Dua data dari dua aplikasi yang saya bangun sendiri. Selama ini mereka hidup berjauhan — CBT di satu tempat, jurnal di tempat lain. Ternyata begitu ditaruh berdampingan, keduanya saling menjelaskan dengan cara yang tidak bisa dilakukan masing-masing sendirian.</p>]]></description></item><item><title>Rubrik yang Mulai Jujur: AI sebagai Rekan Penyusun Penilaian, Bukan Juri</title><link>https://site.pakgun.web.id/rubrik-penilaian-yang-jujur-ai-sebagai-rekan-penyusun/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 06:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/rubrik-penilaian-yang-jujur-ai-sebagai-rekan-penyusun/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/rubrik-penilaian-yang-jujur-ai-sebagai-rekan-penyusun/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu pertanyaan yang menahun di kepala saya bertahun-tahun: kalau dua guru mengoreksi jawaban uraian yang sama, berapa besar kemungkinan mereka memberi nilai yang sama? Pengalaman saya bilang: tidak sebesar yang kita harapkan. Dan pengalaman itu bukan sekadar dengar-dengar. Pernah suatu kali, di sebuah kegiatan MGMP, kami diminta mengoreksi salinan jawaban siswa yang sama. Jawaban itu sebenarnya cukup baik — alurnya jelas, tapi perhitungan akhirnya salah satu langkah. Skor dari rekan-rekan di ruangan itu berkisar dari enam sampai delapan koma lima. Dua koma lima poin selisihnya, untuk kertas yang sama persis.</p>]]></description></item><item><title>Menyusun Soal Berjenjang dengan Bantuan AI: Dari Satu Soal Menjadi Lima Tingkat</title><link>https://site.pakgun.web.id/soal-berjenjang-bantuan-ai/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 16:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/soal-berjenjang-bantuan-ai/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/soal-berjenjang-bantuan-ai/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Rabu lalu saya duduk di meja kerja dengan satu tugas yang sama seperti setiap tahun: menyiapkan latihan soal berjenjang untuk bab sistem persamaan linear dua variabel. Kelas VIII-B saya tahun ini isinya campuran yang khas — ada anak yang bisa menyelesaikan soal olimpiade kelas IX tanpa banyak bimbingan, dan ada juga yang masih ragu memindahkan suku ke ruas lain. Satu set soal seragam untuk kelas seperti itu selalu berakhir dua hal: yang cepat menganggur karena soalnya terlalu mudah, yang tertinggal menyerah karena soalnya terlalu sulit.</p>
<p>Masalahnya, menyusun soal berjenjang itu melelahkan. Bukan menyusun lima soal yang sulitnya bertingkat sekadar perasaan — tapi lima soal yang benar-benar naik satu tangga, masing-masing menuntut satu kemampuan baru yang bisa saya sebut dengan jelas.</p>]]></description></item><item><title>Dari Jurnal Mengajar Digital ke Narasi Raport: AI sebagai Asisten Kearsipan Guru</title><link>https://site.pakgun.web.id/ai-raport-dari-catatan-observasi/</link><pubDate>Fri, 23 Oct 2026 20:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/ai-raport-dari-catatan-observasi/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/ai-raport-dari-catatan-observasi/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Kalau Bapak/Ibu guru kelas atau wali murid, pasti kenal momen ini: sudah malam, meja penuh cangkir kopi yang sudah dingin, dan catatan observasi terbuka di depan. Entinya pendek-pendek, steno ala guru yang buru-buru: &ldquo;Aulia tanya cara&rdquo; — tanya cara apa? Kapan tanggalnya? Soal nomor berapa? Catatan yang bulan September terasa jelas itu, di bulan Desember, berubah menjadi teka-teki yang harus saya pecahkan sendiri sebelum bisa menulis satu paragraf narasi raport.</p>]]></description></item><item><title>Jawaban Instan di Genggaman: Ketika Siswa Bisa Memfoto Soal Sebelum Sampai Rumah</title><link>https://site.pakgun.web.id/jawaban-instan-foto-soal-ai/</link><pubDate>Fri, 23 Oct 2026 09:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/jawaban-instan-foto-soal-ai/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/jawaban-instan-foto-soal-ai/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Beberapa waktu lalu saya membagikan PR tentang persamaan garis lurus untuk kelas VIII. Soalnya standar: tentukan gradien dan titik potong dari beberapa persamaan. Keesokan paginya, tiga puluh dua lembar jawaban terkumpul, dan hampir semuanya benar. Rapi, langkahnya lengkap, tulisannya bahkan lebih tertib dari biasanya. Seandainya saya tidak bertanya satu hal kecil, PR itu akan saya nilai sempurna.</p>
<p>Pertanyaannya sederhana: &ldquo;Coba jelaskan, kenapa kamu pindah $3x$ ke ruas kanan jadi $-3y + b$?&rdquo;</p>
<p>Anak itu diam lama, lalu jujur: &ldquo;Saya foto pakai aplikasi, Pak.&rdquo;</p>]]></description></item><item><title>Mengajar Siswa Bertanya pada AI: Keterampilan yang Tidak Ada di Buku Kurikulum</title><link>https://site.pakgun.web.id/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/</link><pubDate>Thu, 22 Oct 2026 19:15:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/mengajar-siswa-bertanya-pada-ai/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Sepanjang bulan lalu, saya mulai menyadari sesuatu yang aneh di kelas VII. Ada beberapa siswa yang tiba-tiba jawabannya rapi, langkahnya lengkap, dan benar. Terlalu benar. Seorang murid yang biasanya kewalahan menyelesaikan soal persamaan linear, tiba-tiba menuliskan solusi tiga baris dengan notasi yang bahkan tidak pernah saya ajarkan. Saat saya tanya, &ldquo;Coba jelaskan langkah kedua ini, kenapa pindah ruas?&rdquo;, dia terdiam, lalu jujur: &ldquo;Ini dari aplikasi AI, Pak.&rdquo;</p>]]></description></item></channel></rss>