PapanTulis: Papan Tulis Digital yang Bisa Dibawa ke Mana-Mana

Di kelas, papan tulis itu teman kerja yang paling setia sekaligus paling merepotkan. Spidolnya habis di tengah penjelasan, tulisan kemarin sudah terhapus pagi ini, dan murid yang duduk di belakang tidak selalu bisa membaca tulisan dari tempatnya. Panel interaktif di depan kelas (PID) sudah membantu, tetapi saya masih membutuhkan papan yang tulisannya bisa saya simpan, saya buka lagi besok, dan saya lanjutkan di perangkat lain. Dari kebutuhan sesederhana itulah PapanTulis dibuat.
PapanTulis adalah papan tulis digital yang bisa Bapak dan Ibu buka di https://board.pakgun.web.id/. Tidak perlu memasang aplikasi apa pun. Buka tautannya di peramban, lalu langsung menulis, pakai jari, mouse, atau stylus, di PID, laptop, tablet, maupun HP.
1 Apa yang bisa dilakukan di papan ini
Alatnya sengaja dibuat sedikit, supaya tidak perlu belajar lama sebelum mengajar. Yang ada di atas papan adalah: pena, stabilo, dan penghapus; pilihan warna; pengatur ketebalan garis; pilihan latar polos, kotak-kotak, bergaris, dan titik-titik; tombol urungkan dan ulangi; tombol hapus halaman; tombol simpan sebagai PNG; dan tombol layar penuh. Latar titik-titik menjadi latar bawaan karena paling netral untuk menulis soal maupun langkah penyelesaian.
Satu hal yang sering saya pakai adalah tombol layar penuh. Di PID, bilah alamat dan tab peramban ikut hilang, sehingga ruang menulisnya benar-benar lega. Keluarnya pun mudah, tekan tombol yang sama atau tombol Esc.
2 Halaman untuk tiap tahap, sesi untuk tiap pertemuan
Papan ini tidak hanya satu lembar. Di dalam satu sesi, Bapak dan Ibu bisa menambah halaman sebanyak yang diperlukan, dan tiap halaman punya coretan serta riwayat urungkannya sendiri. Pola yang paling sering saya pakai untuk satu pertemuan adalah empat halaman: Halaman 1 untuk apersepsi, Halaman 2 untuk contoh soal, Halaman 3 untuk latihan, dan Halaman 4 untuk kesimpulan. Murid yang maju ke depan tidak perlu menghapus pekerjaan temannya, cukup pindah halaman.
Di atas halaman ada sesi, dan sesi inilah yang membuat papan ini bisa dipakai dari pertemuan ke pertemuan. Sesi bisa diberi nama, misalnya PLSV - Pertemuan 1, Pythagoras - Latihan, atau Refleksi Kelas VIII-2. Sesi yang sudah dibuat tidak hilang saat sesi baru dibuka, jadi bahan pertemuan kemarin tetap bisa dibuka lagi tanpa harus menulis ulang dari nol.
Untuk materi PLSV, misalnya, empat halaman itu bisa diisi berurutan: pertama menulis model matematikanya, misalnya $3x - 2 = 10 - x$; kedua menyelesaikan persamaannya langkah demi langkah; ketiga menguji jawabannya dengan memasukkannya kembali ke persamaan; dan keempat menuliskan kesimpulannya dengan kalimat sendiri. Urutan itu terlihat jelas karena tiap tahap punya halamannya sendiri.
3 Perlu akun atau tidak?
Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan, jadi saya jawab terus terang: untuk sekadar mencoret, tidak perlu akun. Buka tautannya, langsung gambar, dan coretan itu tersimpan otomatis di peramban perangkat tersebut. Guru yang hanya mampir sebentar tidak perlu dibuatkan akun.
Akun baru diperlukan kalau Bapak dan Ibu ingin sesi-sesinya tersimpan di server, supaya bisa dibuka dari perangkat lain, misalnya mulai menulis di PID di kelas lalu melanjutkannya dari laptop di rumah. Akun juga yang memisahkan papan tiap guru, sehingga papan satu guru tidak menimpa papan guru lain. Karena itu tidak ada pendaftaran terbuka: akun dibuatkan oleh admin, lewat panel Kelola Akun, dan tiap pengguna bisa mengganti sandinya sendiri. Yang sudah login akan melihat namanya di bar atas, dan papan yang sudah tersimpan di server ditandai dengan ikon awan.
4 Ide pemakaian di kelas
Beberapa cara yang sudah saya coba dan bisa langsung ditiru:
- Guru menampilkan soal di layar, lalu murid maju menuliskan langkah penyelesaiannya di depan kelas.
- Satu halaman dipakai untuk satu jawaban kelompok, sehingga hasil diskusi tiap kelompok tidak bercampur.
- Stabilo dipakai untuk menandai bagian yang salah, bukan untuk menghapus seluruh pekerjaan murid.
- Hasil diskusi disimpan sebagai PNG per halaman, lalu dibagikan ke murid sebagai catatan.
- Halaman dibagi berdasarkan tahap pembelajaran, bukan berdasarkan siapa yang menulis paling cepat.
5 Penutup
PapanTulis tidak bermaksud menggantikan papan tulis biasa, apalagi menggantikan guru. Ia hanya menjawab satu kebutuhan kecil yang sering mengganggu: tulisan di kelas yang hilang begitu bel berbunyi. Dengan papan ini, tulisan itu bisa disimpan per halaman, diberi nama per sesi, dan dibuka lagi kapan pun diperlukan.
Silakan dicoba di https://board.pakgun.web.id/. Kalau hanya ingin mencoba, tidak perlu login. Kalau ingin sesi-sesinya tersimpan di server dan bisa dibuka dari perangkat lain, mintalah akun kepada admin, lalu masuk dan mulailah dari sesi pertama Bapak dan Ibu sendiri.




