Urutan Dulu, Baru Hitung: Latihan Soal Operasi Hitung Campuran untuk Kelas VII

Di kelas VII saya ada pola yang hampir selalu berulang setiap awal semester. Kalau soalnya hanya penjumlahan, anak-anak mengerjakannya dengan cepat. Kalau hanya perkalian, mereka juga cukup lancar. Tetapi begitu semua operasi itu dicampur dalam satu soal, jawaban di papan tulis mendadak bermacam-macam. Bukan karena anak tidak bisa menghitung, melainkan karena mereka tidak tahu mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
Saya pernah meminta satu kelas mengerjakan soal yang sama di papan tulis, dan hasilnya ada tiga jawaban berbeda. Yang menarik, langkah hitung masing-masing anak sebenarnya benar, hanya urutannya yang berbeda. Sejak itu saya berhenti menganggap operasi hitung campuran sebagai soal hafalan. Ia adalah soal tentang disiplin urutan, dan disiplin itu bisa dilatih dengan soal yang tepat.
Lembar latihan di bawah ini saya susun untuk itu: satu urutan yang mudah diingat, empat soal dengan pembahasan langkah demi langkah, dan dua latihan mandiri di akhir. Silakan dipakai untuk latihan di kelas, pekerjaan rumah, atau diskusi kelompok.
1 Urutan yang saya tempel di papan tulis
Sebelum mengerjakan soal apa pun, saya selalu meminta anak menulis urutan ini di sudut kertasnya, sampai mereka hafal di luar kepala. Pertama, kerjakan yang di dalam kurung. Kedua, kerjakan perkalian dan pembagian, dari kiri ke kanan. Ketiga, barulah penjumlahan dan pengurangan, juga dari kiri ke kanan.
Saya sengaja tidak mengajarkannya sebagai singkatan yang harus dihafal mati-matian. Anak lebih mudah mengingatnya sebagai kalimat kerja: kurung dulu, kali dan bagi dulu, tambah dan kurang belakangan. Kalau kalimat itu sudah menjadi kebiasaan, sebagian besar kesalahan operasi campuran hilang dengan sendirinya. Yang tersisa biasanya hanya soal ketelitian, dan itu jauh lebih mudah diperbaiki.
2 Soal 1: kurung dulu, sisanya mengikuti
Langkah pertama adalah isi kurung: $9 - 4 = 5$, sehingga soal menjadi $24 + 6 \times 5 - 40 \div 8$. Langkah kedua adalah perkalian dan pembagian: $6 \times 5 = 30$ dan $40 \div 8 = 5$, sehingga soal menjadi $24 + 30 - 5$. Langkah terakhir dikerjakan dari kiri ke kanan: $24 + 30 = 54$, lalu $54 - 5 = 49$. Jadi jawabannya $49$.
Kesalahan yang paling sering saya temukan di soal seperti ini adalah anak langsung menghitung $24 + 6 = 30$ karena angka itu muncul paling kiri. Padahal letak angka di kiri tidak berarti harus dikerjakan pertama. Urutan operasi selalu menang atas urutan baca dari kiri ke kanan, kecuali untuk operasi yang setara.
3 Soal 2: tanda negatif jangan sampai hilang
Di sini tidak ada kurung yang berisi hitungan, jadi kita langsung ke perkalian dan pembagian dari kiri ke kanan. Pertama $27 \div (-3) = -9$, karena positif dibagi negatif hasilnya negatif. Kemudian $-9 \times 2 = -18$. Soal pun menjadi $-18 + (-18)$, dan hasilnya $-36$.
Saya selalu meminta anak menulis tanda negatifnya dengan jelas di setiap langkah, bukan menyimpannya di kepala. Banyak jawaban salah di soal seperti ini bukan berasal dari pembagian yang keliru, melainkan dari tanda negatif yang hilang di tengah jalan. Begitu tanda itu hilang, jawaban akhirnya ikut bergeser, padahal langkah awalnya sudah benar.
4 Soal 3: soal cerita tetap soal urutan
Seorang pedagang memiliki persediaan $120$ buku tulis. Ia menjual $4$ pak yang masing-masing berisi $15$ buku, lalu menerima kiriman baru sebanyak $48$ buku yang dibagi rata ke dalam $6$ kardus untuk pajangan. Berapa banyak buku yang belum dipajang?
Kalimat ini perlu diubah dulu menjadi operasi hitung: buku yang terjual adalah $4 \times 15 = 60$, dan buku yang dipajang adalah $48 \div 6 = 8$. Sisa buku yang belum dipajang adalah $120 - 60 + 8$. Dihitung dari kiri ke kanan, $120 - 60 = 60$, lalu $60 + 8 = 68$. Jadi jawabannya $68$ buku.
Soal cerita seperti ini saya sengaja letakkan setelah soal angka murni, karena tujuannya berbeda. Anak tidak hanya berlatih urutan operasi, tetapi juga berlatih menerjemahkan kalimat menjadi operasi yang benar. Anak yang salah di sini biasanya bukan salah menghitung, melainkan salah memilih operasi untuk tiap kalimatnya.
5 Soal 4: jebakan kurung yang mengubah segalanya
Isi kurung dulu: $8 - 2 = 6$, sehingga soal menjadi $96 \div 6 + 5 \times 3 - 7$. Perkalian dan pembagian berikutnya: $96 \div 6 = 16$ dan $5 \times 3 = 15$, sehingga soal menjadi $16 + 15 - 7$. Dari kiri ke kanan, $16 + 15 = 31$, lalu $31 - 7 = 24$. Jadi jawabannya $24$.
Coba bandingkan dengan soal tanpa kurung, $96 \div 8 - 2 + 5 \times 3 - 7$, yang hasilnya jauh berbeda. Satu pasang kurung saja bisa mengubah seluruh jawaban, dan itulah mengapa saya selalu meminta anak melingkari kurungnya sebelum menghitung apa pun. Kebiasaan kecil itu mencegah kesalahan besar.
6 Latihan mandiri
Kerjakan dua soal berikut dengan menuliskan setiap langkahnya, bukan hanya jawaban akhirnya. Kunci jawaban ada di bawah, tetapi cobalah dulu tanpa mengintip.
- $45 - 8 \times (6 - 2) + 72 \div 9 = \dots$
- $-25 + 36 \div (-4) \times 3 - 10 = \dots$
Kunci: (1) $45 - 32 + 8 = 21$; (2) $-25 + (-27) - 10 = -62$.
7 Penutup
Operasi hitung campuran sering dianggap materi yang sudah lewat, padahal ia muncul kembali di hampir semua materi berikutnya, dari aljabar sampai perbandingan. Anak yang urutannya rapi akan lebih tenang menghadapi soal yang lebih panjang, karena ia tidak lagi menebak-nebak langkah pertama.
Kalau Bapak dan Ibu guru memakai lembar ini, saran saya sederhana: mintalah anak menulis urutan operasinya di setiap soal selama seminggu pertama. Setelah itu, kebiasaan tersebut biasanya sudah menempel, dan kertas mereka pun tidak lagi penuh dengan jawaban yang benar langkahnya tetapi salah urutannya.




