<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TikZ-Peluang - Kategori - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/categories/tikz-peluang/</link><description>TikZ-Peluang - Kategori - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 09:05:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/categories/tikz-peluang/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Dua Dadu yang Bercerita: Menggambar Ruang Sampel Peluang dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-ruang-sampel-peluang-dadu/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 09:05:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-ruang-sampel-peluang-dadu/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-ruang-sampel-peluang-dadu/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Ada satu bab yang selalu saya tunggu setiap tahun ajaran: peluang. Mungkin karena bab ini yang paling sering bikin kelas ramai. Anak-anak memang menyukai permainan — dan peluang adalah satu-satunya bab matematika SMP yang secara jujur lahir dari permainan. Judi kuno, kartu, dadu. Kalau saya bawa dua dadu ke kelas, suasananya langsung berbeda.</p>
<p>Tapi justru di bab yang terasa &ldquo;menghibur&rdquo; ini, saya menemukan salah satu miskonsepsi paling bandel di kelas saya.</p>]]></description></item></channel></rss>