<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TikZ-Barisan-Geometri - Kategori - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/categories/tikz-barisan-geometri/</link><description>TikZ-Barisan-Geometri - Kategori - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2026 16:10:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/categories/tikz-barisan-geometri/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Lipatan yang Menggandakan Diri: Menggambar Barisan Geometri dengan TikZ</title><link>https://site.pakgun.web.id/tikz-barisan-geometri-keping/</link><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 16:10:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/tikz-barisan-geometri-keping/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/tikz-barisan-geometri-keping/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Bab barisan dan deret di kelas sembilan selalu punya momen yang sama setiap tahun: siswa dengan cepat hafal cara kerja barisan aritmetika — &ldquo;tambah terus, bedanya sama&rdquo; — lalu begitu berganti ke barisan geometri, ada jeda panjang sebelum kelas mengerti. Bukan karena konsepnya lebih sulit, tapi karena perubahan dari &ldquo;ditambah&rdquo; ke &ldquo;dikali&rdquo; itu terasa abstrak kalau hanya ditulis di papan. Dua, empat, delapan, enam belas — ya, lalu? Angka itu tidak bicara. Belum ada gambar yang membuatnya bicara.</p>]]></description></item></channel></rss>