<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LaTeX - Kategori - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/categories/latex/</link><description>LaTeX - Kategori - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 05:37:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/categories/latex/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Bundel Modul Ajar yang Tidak Berubah Menjadi Sampah: Satu Fungsi, Satu Tanggung Jawab</title><link>https://site.pakgun.web.id/modul-ajar-single-responsibility/</link><pubDate>Sat, 31 Oct 2026 05:37:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/modul-ajar-single-responsibility/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/modul-ajar-single-responsibility/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Semester ini saya memutuskan menata ulang semua modul ajar matematika kelas VII dan VIII. Bukan hanya karena berkas-berkasnya menumpuk, tapi karena saya hampir membuat kesalahan yang cukup memalukan: hampir mengirimkan soal ulangan harian ke grup wali murid, padahal yang saya maksud kisi-kisi untuk rekan sejawat. Keduanya kebetulan saya simpan di folder yang sama, dengan nama yang hampir mirip, dibuat di malam yang sama. Untung saya lihat dua kali.</p>
<p>Peristiwa hampir-kejadian itu yang akhirnya memaksa saya menata ulang semuanya. Dan anehnya, proses menata berkas LaTeX untuk modul ajar itu mengingatkan saya pada pelajaran yang justru biasa saya ajarkan dalam konteks lain: kalau satu benda dipaksa menanggung terlalu banyak tugas, ia akan mengerjakan semuanya dengan buruk.</p>]]></description></item></channel></rss>