<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asesmen - Kategori - Gunanto</title><link>https://site.pakgun.web.id/categories/asesmen/</link><description>Asesmen - Kategori - Gunanto</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2026 16:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://site.pakgun.web.id/categories/asesmen/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menyusun Soal Berjenjang dengan Bantuan AI: Dari Satu Soal Menjadi Lima Tingkat</title><link>https://site.pakgun.web.id/soal-berjenjang-bantuan-ai/</link><pubDate>Sat, 24 Oct 2026 16:30:00 +0700</pubDate><author><name>Gunanto</name></author><guid>https://site.pakgun.web.id/soal-berjenjang-bantuan-ai/</guid><description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/soal-berjenjang-bantuan-ai/featured-image.png" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><p>Rabu lalu saya duduk di meja kerja dengan satu tugas yang sama seperti setiap tahun: menyiapkan latihan soal berjenjang untuk bab sistem persamaan linear dua variabel. Kelas VIII-B saya tahun ini isinya campuran yang khas — ada anak yang bisa menyelesaikan soal olimpiade kelas IX tanpa banyak bimbingan, dan ada juga yang masih ragu memindahkan suku ke ruas lain. Satu set soal seragam untuk kelas seperti itu selalu berakhir dua hal: yang cepat menganggur karena soalnya terlalu mudah, yang tertinggal menyerah karena soalnya terlalu sulit.</p>
<p>Masalahnya, menyusun soal berjenjang itu melelahkan. Bukan menyusun lima soal yang sulitnya bertingkat sekadar perasaan — tapi lima soal yang benar-benar naik satu tangga, masing-masing menuntut satu kemampuan baru yang bisa saya sebut dengan jelas.</p>]]></description></item></channel></rss>